Orang-Orang Yang Berpengaruh Sering Melakukan Ini, Kamu Pun Bisa Ikutan

2
menjadi orang yang berpengaruh
bagaimana cara mempengaruhi orang lain

Setiap orang yang sukses, baik dalam karir, akademis, lingkungan maupun keluarganya, bakal selalu menjadi orang yang berpengaruh. Ia memiliki pengaruh yang muncul dengan sendirinya, asli, tanpa pencitraan dan manipulasi. Orang semacam ini mampu membuat resolusi konflik, sebab ide-idenya seringkali diterima dengan mudah. Dan kabar baiknya, kamu pun bisa menjadi orang seperti ini.

Sebab menjadi orang-orang yang berpengaruh, memang diidamkan banyak orang di dunia ini. Tapi masalahnya tidak mendapati takdir yang sama, ada yang sukses dalam kehidupannya, dan ada yang tidak. Takdir ini agaknya sulit diubah sebab Tuhan sudah menggariskan sesuatu dan telah terjadi. Namun selalu ada peluang, bagi orang-orang yang kurang beruntung seperti kita, untuk menjadi orang-orang yang pikirannya didengar dan tingkah lakunya diikuti.

Secara konsisten, kamu harus berada pada posisi yang benar

Pertama dan utama, kamu mesti menjadi orang yang benar. Yakni benar menurut diri kamu sendiri, benar berdasarkan agama yang kamu anut, dan benar menurut hukum positif di tengah masyarakat. Dan konsistenlah dengan posisi kamu seperti ini. Ini langkah awal yang bakal menentukan langkah kamu menjadi orang yang berpengaruh. Jadi kalau kamu ingin berpengaruh lantas kamu ikut-ikutan geng motor, tentu tidak relevan ‘kan?

Selalu tebarkan hal-hal yang positif dan negatif

Setiap manusia punya sisi lemah yang mesti dipahami oleh orang lain. Begitu pun dengan kamu. Sehingga sisi lemah ini adalah sisi yang negatif dari kamu. Meski begitu, ada baiknya kamu memahami bagaimana para comica (stand up comedy) mengeksplorasi kelemahan mereka sehingga menimbulkan tawa. Dan itu berarti kita mesti mampu mengubah sisi negatif menjadi sisi positif.

Dan kalau sudah nilai-nilai positif yang selalu kita punya, hatta sebuah transformasi dari hal-hal yang negatif, maka tebarkanlah ke setiap orang. Setiap orang selalu haus akan pesan-pesan positif. Dan dari sinilah, kamu punya kesempatan untuk bisa membuat orang terpengaruh terhadap kamu.

Dan menutup setiap pertemuan dengan kalimat-kalimat positif

Ada dua kalimat, “Kamu itu selalu berbuat kesalahan, ya. Nanti perbaiki,” dan “Setiap kita punya kesalahan, kebetulan kali ini kamu yang melakukannya. Diperbaiki, ya.”

Kalau diminta memilih, kalimat mana, yang meski sama-sama menghakimi ini, yang lebih positif? Ya, kalimat kedua terdengar lebih halus, sebab diawali dengan menghakimi diri sendiri, kemudian menerangkan kesalahan yang dilakukan oleh orang lain. Sehingga orang yang dihakimi tidak merasa terpojok.

Lakukan kalimat-kalimat semacam itu setiap kali menutup pembicaraan. Dan rasakan manfaatnya dalam jangka yang panjang.

Sering berjanji, dan selalu menepatinya

Berjanji adalah hutang. Namun banyak orang gemar sekali berhutang. Dan orang sering percaya ketika seseorang menawarkan janjinya. Sebab dijanjikan sesuatu adalah sebuah hal yang manis. Percayalah.

Dan kamu pun bisa melakukannya. Berikan banyak janji, dan tepati semua janji itu. Karena dijanjikan saja sudah manis, apalagi ditepati janjinya. Manis berkali lipat. Tapi ketika kamu banyak janji dan banyak pula mengingkari, tanggung sendiri resikonya.

Pada akhirnya, orang-orang akan melihat apakah kamu bisa konsisten dan komitmen dengan segala kebaikan yang ada pada diri kamu? Sebab satu-satunya yang mampu membuat kamu didengarkan ide-idenya adalah kebaikan-kebaikan itu. Itulah satu-satunya aset ketika jabatan tak ada, uang tak punya, sementara kamu pun bukan anak seorang raja. Kebaikan adalah aset, dan menularkan ide-ide yang baik butuh aset itu. Begitulah agar kamu didengar dan mampu mempengaruhi orang lain.