Home Psikologi Punya Sedikit Teman? Mungkin Kamu Orang Cerdas

Punya Sedikit Teman? Mungkin Kamu Orang Cerdas

5 min read
0
0
orang-orang cerdas

Pernahkah kamu memperhatikan orang-orang dengan kecerdasan diatas rata-rata? Misalnya si juara kelas, pemenang olimpiade sains, pemilik IPK cum laude, bahkan ilmuwan pesohor. Jika kamu perhatikan, mereka memiliki teman yang lebih sedikit dibanding orang dengan tingkat kecerdasan rata-rata. Mereka bukan sedang berusaha memilih-milih teman, tapi ada penjelasan yang ilmiah tentang mengapa orang dengan kecerdasan yang tinggi memiliki teman yang lebih sedikit.

British Journal of Psychology pernah mempublikasikan sebuah hasil penelitian. Pada publikasi itu terungkap jawaban dari sebuah pertanyaan tentang makna kehidupan yang lebih baik. Dari 15,000 responden yang dijadikan sebagai sampel penelitian, dimana usianya berkisar 18 – 28 tahun, mereka menjawab kehidupan yang lebih baik adalah hidup di lingkungan dengan populasi yang tidak terlalu padat. Ya populasi yang serupa dengan kota-kota kecil di Indonesia. Dan tak hanya soal populasi, mereka pun menjawab jika frekuensi interaksi yang lebih banyak dengan keluarga dan teman dekat ternyata meningkatkan kebahagiaan hidup.

Tapi tidak untuk mereka yang cerdas

Ternyata, untuk mereka yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata, tingkat kebahagiaan hidup itu cenderung menurun. Sekedar mengingatkan, nilai IQ rata-rata manusia pada umumnya berkisar antara 115 hingga 120. Dan tingkat kebahagiaan menurut orang yang memiliki IQ tinggi dalam penelitian tersebut, ternyata berbanding terbalik dengan parameter hidup bahagia orang pada umumnya. Orang yang kecerdasannya diatas rata-rata ternyata cenderung tidak bahagia jika sering-sering berinteraksi dengan teman-temannya. Mengapa ini bisa terjadi?

Mereka senantiasa fokus pada misi dan visinya

Orang-orang dengan IQ yang tinggi cenderung berpikir visioner, mengukur hidupnya jauh ke depan, ingin menciptakan sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Ia mengarahkan hidupnya untuk tujuan yang lebih besar dan tidak menghabiskan waktu dengan bersosialisasi. Mungkin itulah sebabnya orang-orang yang cerdas terlihat lebih banyak melamun, membuat coretan, membaca buku, atau menghabiskan waktunya diluar sosialisasi.

Kalau pernah melihat film Social Network atau membaca buku biografi pendiri Facebook, maka kita paham mengapa Mark Zuckerberg tak punya banyak teman. Ia hanya menghabiskan waktunya di kamar asrama mahasiswanya, membuat media sosial yang kini meraksasa.

Ada pula kisah nyata Alan Turing dalam film The Imitation Game. Alan ini boleh dikatakan gagal dalam bersosialisasi. Ia memang cerdas, namun teman dekatnya cuma Joan Clarke yang diperankan oleh si cantik Kiera Knightley itu. Teman-temannya bahkan pertama kenal, justru menjadi seteru Alan Turing tersebab tingkah kakunya dalam bersosialisasi. Ia hanya berpikir misi memecahkan enigma NAZI saja.

Begitulah orang-orang cerdas. Jika mereka menghabiskan waktunya bukan untuk aktifitas yang bermanfaat bagi otak, mereka cenderung tidak bahagia.

Nilai Hubungan Di Mata Orang Cerdas

Namun jangan salah menyangka bahwa mereka mengabaikan hubungan antar manusia. Mereka tetap menghargai pertemanan selayaknya manusia pada umumnya, tapi mereka hanya selektif dengan siapa mereka menghabiskan waktu.

Jadi, apakah kamu termasuk orang yang memiliki tingkat intelejensi diatas rata-rata dan memiliki sedikit teman? Atau anda menjadi orang dengan tingkat intelejensi rata-rata tapi memiliki sedikit teman juga? Jika anda mengalami nasib yang terakhir, maka cuma satu kalimat yang bisa terucap, “Derita lu!”.

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Psikologi

Leave a Reply

Check Also

Empat Hal Yang Mesti Dipertimbangakan Sebelum Ikut Tes CPNS

Tahun 2017, 61 instansi pemerintahan membuka lowongan pekerjaan. Tentu bukan sembarang low…