Home Psikologi Biar Tak Salah Kira, Kenali Orang Yang Baiknya Hanya Kedok Belaka

Biar Tak Salah Kira, Kenali Orang Yang Baiknya Hanya Kedok Belaka

5 min read
0
0
957
cara mengenali orang yang pura-pura baik

Bersyukurlah jika kamu dikelilingi oleh orang-orang yang baik. Mereka yang senantiasa membantu jika kamu kesusahan, dan mereka yang merasa terbantu dengan kehadiran kamu di saat mereka pun butuh kamu. Saling memberi dan saling mengasihi. Idealnya begitu, sampai salah satu darinya terkena ujian.

Kebaikan ini kadang diuji dengan nasib yang sedang tidak berpihak. Misalnya usaha kamu bangkrut, karir kamu kandas, atau jabatan kamu dirampas. Orang-orang yang semula memasang muka ramah, tiba-tiba mudah marah. Orang yang semula menawarkan tangan, tak disangka tega mengulurkan rintangan.

Kita memang diharapkan menjalin perkawanan dengan siapa saja, dan dari kalangan mana saja tanpa mengenal kasta. Namun sepatutnya pula, kamu mengenal sifat-sifat mereka seasli mungkin, termasuk juga tentang kebaikan yang mereka tawarkan. Apakah kebaikan tersebut merupakan kebaikan yang asli ataukah hanya imitasi.

Orang Yang Baiknya Tidak Pura-Pura Akan Menghargai Siapapun

Orang yang memang benar-benar baik akan menghargai siapapun tanpa mengenal siapa yang sedang ia perlakukan. Entah itu kalangan pejabat, ningrat, dan konglomerat, maupun kaum kusam yang tinggal di kolong jembatan, kadar kebaikannya sama saja. Ia menghargai siapapun tanpa mengenal kasta-kasta yang hinggap di masyarakat kita. Orang semacam inilah yang baiknya tanpa bahan pengawet, alias asli tanpa tanggal kadaluarsa.

Kebaikan Akan Menemukan Jalan Untuk Diperhatikan

Kalau kamu baik, tak perlu juga untuk berkoar-koar bahwa kamu adalah orang baik. Nggak perlu juga setiap hari posting di media sosial bahwa kamu telah menyumbang yayasan itu, majelis ta’lim anu, maupun panti asuhan sebelah kompleks. Selain akan berpotensi riya, hal semacam ini justru memungkinkan orang lain memandang kamu punya niat terselubung dengan kebaikan tersebut. Kebaikan akan menemukan jalannya sendiri untuk diketahui. Hidung manusia akan mencium mana bau parfum dan mana bau bangkai. Bersabarlah dengan kebaikan kamu.

Tak Perlu Menjelekkan Orang Lain Agar Diri Tampak Baik

Adakalanya kamu butuh pembanding untuk terlihat lebih baik. Ya, itu berlaku ketika kamu berada di sekolah. Tapi dalam kehidupan ini, tidak ada peringkat layaknya di sekolah. Semua orang adalah juara satu dalam kehidupannya sendiri. Kamu tak perlu orang lain yang menurutmu lebih buruk untuk tampak baik. Biarlah orang lain yang merasakan kebaikan kita, dan mereka akan menjadi cermin tentang kebaikan yang selama ini kita berikan.

Kamu Yang Baiknya Asli Akan Selalu Memegang Janji

Orang yang baik, janjinya akan selalu ditepati. Ia akan senantiasa menepati janji demi janji yang pernah diutarakan kepada siapapun. Oleh karena paham bahwa menepati janji itu merupakan kesulitan tersendiri, kamu pun tak sembarangan mengumbar janji. Hal ini berbeda dengan orang yang kebaikannya imitasi. Ia hanya bermaksud menyenangkan semua orang, sehingga janjinya pun diumbar sembarangan. Orang memang bakal senang karena ada harapan yang datang, namun setelah harapan itu tak dipenuhi, dendam yang datang. Catat ya buat kamu yang suka PHP.

Jujur Berpendapat Jauh Lebih Baik Daripada Berbicara Di Belakang

Orang yang baik berbicara apa adanya, dengan pertimbangan yang tidak menyakiti lawan bicara. Ia akan lugas berpendapat, meski kadang pahit yang meski dikecap. Sisi baiknya, ia pun tak membicarakan apapun di belakang. Orang baik tak suka memproduksi dan mengonsumsi gosip.

Lalu, melihat beberapa kriteria kebaikan tadi, apakah baikmu asli atau imitasi? Tanyakan ke hati, ya.

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Psikologi

Leave a Reply

Check Also

Panduan Memahami Film-Film Marvel Cinematic Universe, Biar Kamu Enggak Gagal Paham

Belum ada yang menyangkal hingga detik ini, kalau Marvel Cinematic Universe (MCU) adalah c…