Home Sosial 5 Pekerjaan Yang Membuat Mudik Lebaran Cuma Impian

5 Pekerjaan Yang Membuat Mudik Lebaran Cuma Impian

8 min read
0
0
752
polisi lalu lintas cantik

Mudik bagi masyarakat muslim Indonesia menempati posisi yang cukup sakral. Mulai dari perayaan lebaran, hingga wahana silaturahmi yang wajib dilakukan bersama handai taulan di kampung halaman. Itu baru kultural, belum lagi dihitung alasan struktural yang membuat banyak orang rela bermacet-macet ria, berpeluh ratusan kilometer untuk menunjukkan keberhasilannya di tanah rantau kepada saudara di tempat asal.

Diluar itu semua, lebaran adalah momentum untuk pertemuan-pertemuan yang bisa jadi hanya bisa dilakukan setahun sekali. Banyak yang rela tidak liburan kemana-mana demi tambahan cuti di hari raya itu. Demi liburan di kampung halaman. Mungkin saja ada banyak yang bisa dilakukan, semisal berkumpul dengan saudara yang sama-sama perantau, reuni dengan teman lama, dan bahkan bisa jadi ajang cari jodoh buat para jomblo.

Namun ritual mudik lebaran, dan pengobat kerinduan akan kampung halaman bisa jadi bakal melayang sia-sia ketika kamu punya pekerjaan-pekerjaan di bawah ini. Sebab dengan pekerjaan tersebut, lebaran hanya berarti menambah kesibukan di tengah deru takbiran yang dilakukan di berbagai tempat. Yuk, kita lihat pekerjaan apa saja.

1. Polisi

polisi lalu lintas
Ketika lebaran tiba, polisi ini tentu tak bisa berkumpul dengan keluarganya. (Image: Beritarakyat.com)

Ketika semua orang mudik ke kampung halaman masing-masing, meskipun dekat, tetap dibutuhkan orang-orang untuk mengatur lalu-lintas. Dan tugas tersebut diemban oleh polisi. Memang ada unit khusus di kepolisian yang bertugas mengatur lalu lintas, namun dalam kondisi tertentu, unit-unit lain bakal diterjunkan untuk membantu kelancaran arus mudik.

Memang ada petugas lain yang tetap bekerja ketika yang lain berupaya bertemu dengan keluarganya. Misalnya petugas dari Dinas Perhubungan. Iya, petugas yang sering berdiri di jalan raya kemudian memunguti ‘retribusi’ dari angkutan yang lewat ini tetap masuk untuk ikut membantu pihak kepolisian mengatur jalan raya saat lebaran tiba.

2. Petugas Tol

petugas pintu tol
Senyum harus selalu tercurah, meski hati gundah tak bisa berhari raya. (Image: Youtube)

Ruang-ruang kecil yang ada di pintu-pintu tol, yang biasanya terlihat tangannya saja diisi oleh petugas loket di pintu tol, atau kita singkat saja sebagai petugas tol. Mereka juga termasuk pekerjaan yang tidak ikut libur ketika hari raya lebaran. Memang saat ini sudah ada palang otomatis dengan pembayaran menggunakan kartu tol, tapi tidak semua pemilik mobil memilikinya. Sehingga keberadaan petugas tol selalu dibutuhkan untuk ‘menjaga’ gerbang tol.

Petugas tol memang seperti pekerjaan yang lain, yakni bekerja berdasarkan shift. Namun untuk musim-musim tertentu, seperti musim lebaran, shift ini akan diintensifkan mengingat kebutuhan akan tenaga di pintu tol akan terkuras seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna jalan saat arus mudik.

3. Jurnalis

jurnalis arus mudik
Senyum yang harus selalu terpancar di depan kamera, meski tak bisa mudik ke kampung halaman. (Image: http://feby-grace.blogspot.co.id)

Orang-orang yang kita lihat di televisi, sibuk menenteng kamera, mic, dan mewawancarai para pelaku arus mudik dan menginformasikan segala hal tentangnya adalah jurnalis. Mereka adalah pelaku dari pekerjaan yang ikut tidak libur ketika arus mudik berlangsung. Bahkan pekerjaan mereka sehari-hari seringkali menuntut waktu ekstra, sebab berita bisa terjadi kapan saja. Dan waktu ekstra itu semakin dibutuhkan ketika arus mudik lebaran tiba.

Mereka mesti keliling ke titik-titik jalur mudik, kemudian menginformasikan baik secara langsung maupun tunda kejadian demi kejadian yang ada di jalur tersebut. Mereka merasakan denyut nadi para pemudik, sebab kendaraan mereka pun merayap di jalan yang sama, namun mereka sendiri tidak ikut mudik.

Jurnalis ini memang tak terbatas di jurnalis televisi saja, namun juga media lain pun mengalami hal yang sama. Namun taraf kerumitannya tentu saja tak akan bisa mengalahkan jurnalis televisi.

4. Petugas Medis

posko-kesehatan-mudik
Saat mereka tak bertemu keluarga, justru mereka mengupayakan agar orang lain bertemu keluarganya dengan kondisi sehat. (Image: Depkes)

Kalau kamu ingin bercita-cita menjadi dokter, maka hilangkan kesan kalau kamu akan banyak uang dan bisa sering liburan. Begitu juga dengan petugas medis yang lainnya, seperti perawat dan bidan. Sebab sebagai petugas medis, apalagi petugas medis berstatus pegawai pemerintah (PNS), maka libur lebaran akan dihabiskan di posko-posko bantuan kesehatan yang berada di pinggir jalan. Dan buat yang tidak berjaga di posko, mereka tetap masuk kerja demi mengatasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan yang menimpa para pemudik.

Petugas medis ini pun biasanya dibantu oleh paramedis yang terdiri dari anggota Palang Merah Indonesia serta relawan kemanusiaan. Intinya, menjadi petugas medis bakal tidak bisa menikmati mudik serta libur lebaran seperti pekerjaan yang lain.

5. Sopir Angkutan Lebaran

pilot-ganteng
Mereka siap mengantar kamu menemui keluarga, sementara mereka sendiri tak bisa menemui keluarganya sendiri. (Image: Tribunnews.com)

Dari namanya saja sudah jelas, orang-orang yang melakukan pekerjaan ini adalah mereka yang membuat para pemudik sampai di rumahnya masing-masing. Mereka bisa jadi mewujud sebagai sopir bus, masinis kereta api, nahkoda feri antar pulau, serta pilot pesawat terbang.

Berterima kasihlah pada jasa-jasa mereka…

Karena kita yang terlalu sibuk bermudik ria, berlebaran ceria, sampai lupa ada jasa-jasa orang yang telah membuatnya jadi lancar tanpa hambatan berarti. Senyuman terima kasih kita, setidaknya bisa membuat kesedihan mereka yang tak bisa bertemu keluarga di hari nan sakral sedikit terobati. Terima kasih untuk para pengemban pekerjaan tersebut, dan juga profesi-profesi lain yang tak tersebut diatas. Terima kasih yang tak terhingga.

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Sosial

Leave a Reply

Check Also

Panduan Memahami Film-Film Marvel Cinematic Universe, Biar Kamu Enggak Gagal Paham

Belum ada yang menyangkal hingga detik ini, kalau Marvel Cinematic Universe (MCU) adalah c…