Home Motivasi Lulusan Harvard Ini Terasa Menampar Mereka Yang Kuliah Males-Malesan Padahal Disubsidi Tiap Bulan

Lulusan Harvard Ini Terasa Menampar Mereka Yang Kuliah Males-Malesan Padahal Disubsidi Tiap Bulan

5 min read
0
3

Hasil tak akan mengkhianati proses. Sebuah kalimat yang berulang-ulang untuk menguatkan mereka yang sedang berproses menggapai cita-cita. Meski keterbatasan menjadi penghalang, walau kemiskinan menjadi rintangan, tapi dengan tekad dan kemauan, Tuhan selalu menyediakan jalan. Dan kamu boleh belajar dengan Shannon Satonory Lytle, anak muda yang baru saja lulus dari Harvard.

Shannon memang banyak memberi inspirasi, sebab Harvard bukanlah tempat sembarangan. Tempat menimba ilmu yang boleh dikatakan paling bergengsi di dunia ini telah dilakoninya dengan baik meski dengan beragam keterbatasan. Orang-orang di sekitarnya bahkan mengiranya akan berhenti setelah SMA. Sebab ada tiga adik balita yang menjadi tanggungannya, dan ia bukanlah anak seorang kaya yang punya banyak peninggalan harta.

Namun setelah memakai toga dan memamerkan ijazah di beranda Facebook-nya, Shannon kemudian mengagetkan banyak orang. Ia menuliskan hal-hal yang selama ini dikerjakannya. Ya sembari kuliah, ia masih tetap bertanggung jawab terhadap tiga adiknya. Postingan tersebut kemudian viral, sebab telah dibagikan oleh 180 ribu orang lebih hingga saat ini. Apa yang ditulisnya?

Bekerja di McDonald

Shannon sudah bekerja di McDonald sejak SMA. Ia bertugas menyiapkan burger kepada pelanggan restoran waralaba tersebut. Dari situ, Shannon mampu menyiapkan segala sesuatunya untuk ikut ujian masuk perguruan tinggi, atau SAT (Suite of Assessments) dalam istilah pendidikan Amerika.

“Saya memberi makan dan mengurusi tiga adik saya hingga mereka tertidur. Saya masih terjaga hingga jam 4 pagi untuk mengerjakan PR dari sekolah,” ungkap Shannon yang mengisahkan pula tentang perjalanannya pulangnya dari sekolah yang melewati jalanan berbahaya di kotanya sebab ia tak punya ongkos untuk naik bus.

Shannon Satonory Lytle
Shannon bekerja di McDonald untuk menutupi biaya sekolahnya dan ketiga adik balitanya.

Memakai WiFi Gratisan Untuk Kerjakan Tugas

Shannon pun berkisah lagi tentang kegiatannya di malam hari. Sedih sekaligus lucu. Sebab ia mesti mengeluarkan laptop-nya keluar jendela untuk menangkap sinyal wi-fi yang dimiliki tetangganya. Hal ini dilakukannya agar tugas-tugas dari sekolahnya bisa selesai.

Ketika kuliah, ia pun sering berujar kalau hanya anak-anak dari dokter dan pengacara yang sanggup masuk ke Ivy League Schools. Dan ia pun sama sekali tak bisa ikut kegiatan di klub tersebut, sebab ketika laptop-nya rusak saja ia panik karena barang tersebut sama dengan gaji dari 150 jam kerja lemburnya.

Shannon Satonory Lytle
Sesekali, ia pun minder.

Di keluarganya, Shannon yang pertama Sarjana

Penetrasi yang luar biasa dari anak penjaga gudang dan seorang imigran ini sungguh luar biasa. Untuk sekolah hingga kuliah apapun dilakukannya. Bekerja di McDonald sungguh masih bagus. Ia terbiasa membersihkan toilet, menyampuli buku, dan berjualan baju untuk menggapai mimpi-mimpinya dan berkeliling dunia.

Sepanjang hidup Shannon, sungguh telah banyak subsidi dan berbagai macam kupon tertentu ia kumpulkan demi kemudahan kuliahnya. Dan kini ia pun lulus dengan menyandang sarjana komputer dari Harvard University. Selamat, Shannon.

Shannon Satonory Lytle
Ia pun lulus dari Harvard, meski dengan susah payah.

Ya, selamat sekali lagi. Sebab kamu telah memberikan banyak pelajaran bagi kami, para pemuda di negara yang mengeluk-elukkan Amerika ini. Menganggap kalau kehidupan di sana hanya dipenuhi oleh anak-anak yang hidupnya bersenang-senang saja. Kamu telah menampar kami, para anak muda yang bermalas-malasan sebab orang tua selalu siap sedia mengirimkan uang dan ransum setiap bulan.

 

Sumber: https://www.facebook.com/shannonlytle

Load More Related Articles
Load More By Admin
Load More In Motivasi

Leave a Reply

Check Also

Daripada Dilahap ‘Buaya Darat’, Mending Baca Ini Baik-Baik

Seringkali pikiran tentang cinta mengalahkan logika yang sebenarnya telah dibangun jauh-ja…