Home Tips 5 Teknik Menghapus Demam Panggung Saat Presentasi

5 Teknik Menghapus Demam Panggung Saat Presentasi

6 min read
0
0
presentasi

Sering lihat bagaimana para sales marketing menjajakan dagangannya? Kayaknya mereka fasih banget ya kalau sudah ngomong. Nah, buat kamu yang masih belajar, atau bakalan menghadapi sidang skripsi, ada baiknya menyimak tips berikut ini. Siapa tahu presentasimu bakal mendulang standing applause, meski materi yang disampaikan you-know-what lah.

Tetap jaga kesadaran dan ingatan

Pernah mengalami demam panggung? Bagaimana rasanya? Amnesia mendadak, panas dingin, pusing, berkeringat dingin dan lidah tiba-tiba kelu adalah hal yang bakal dirasa ketika demam panggung melanda. Nah, pentingnya menjaga kesadaran dan ingatan itu disini. Ingat-ingat kembali apa tujuan kita melakukan presentasi. Kenali hadirin. Apa yang mereka inginkan dari presentasi kita, dan tentunya apa yang seharusnya akan kita sampaikan. Maka untuk tetap menjaga kesadaran dan ingatan, hal yang seharusnya kita lakukan adalah konsentrasi. Bagaimana agar konsentrasi tetap terjaga dan kita terlatih untuk tetap fokus? Yuk ikuti tahap selanjutnya.

Lakukan persiapan yang matang

Kata orang bijak, sebelum presentasi dimulai, ada lima ‘P’ yang mesti dilakukan. Apa itu? Yakni Persiapan, Persiapan, Persiapan, Persiapan, dan Persiapan. Kamu tak perlu menjadi seorang pemain drama dan menghafal semua naskah. Namun yang perlu kamu lakukan adalah cukup memahami peta dasar dari apa yang mesti disampaikan. Pahami dan hafalkan semuanya. Jangan sampai hadirin melihat kita membaca-baca sesuatu sesaat sebelum presentasi dimulai.

Dengan persiapan yang matang kita bisa berbicara dengan menatap mata hadirin dan menjaga kontak tersebut hingga akhir presentasi. Sebar kontak mata ini ke semua orang. Jangan cuma satu-dua pihak saja. Nah, bayangkan kalau kita nggak hafal, apalagi sampai demam panggung. Kita bakal terus menunduk dan melupakan kontak mata ini karena sibuk mengingat-ingat apa yang harus disampaikan.

Ada tips jadul yang mujarab diterapkan, yakni persiapan presentasi di depan cermin. Coba saja. Anggap saja bayangan kita adalah hadirin, dan kita melihat bayangan kita seumpama kita pun adalah hadirin.

Kenali tekniknya

Persiapan pun memerlukan teknik. Dan inilah teknik yang biasa dipakai dalam presentasi:

  1. Atur presentasi dan tunjukan saja apa yang kita punya.
  2. Persiapkan keseluruhan perlengkapan presentasi. Ingat, kehilangan satu hal, bakal mengubah peta presentasi kita.
  3. Tetap jaga kontak mata.
  4. Gunakan bahasa tubuh.

Gambarkan dengan jelas, jangan cuma merujuk layar

Materi presentasi, baik dengan powerpoint maupun macro media, bakalan punya efek bagus ketika materinya mantap. Tapi semuanya bakal sirna ketika kita meminta hadirin untuk, “Yak, saudara-sudara, inilah poin-poin yang ada. Silakan dibaca.” *dan peserta pun ngantuk berjamaah*

Gambarkan sedetail mungkin. Tak usah dengan bahasa-bahasa langit yang sukar dimengerti. Meskipun ini berkesan akademis, tapi tak semua orang suka. Sederhanakan saja, yang penting hadirin memahaminya. Gunakan lebih banyak bahasa cerita, kata kerja, dibanding kata sifat.

Kalau ditambahkan dengan musik pengiring yang cocok dengan situasinya, lebih bagus lagi. Ya kali, mau presentasi musiknya Dream Theater? Pikirkan lagi.

Bagaimana jika ada kendala?

Yang dimaksud adalah kendala teknis seperti mati lampu, proyektor mati, notebook hang, atau hal teknis lain yang membuat presentasi terkendala. Ingat, terkendala bukan berarti gagal presentasi. Jangan karena mati lampu, kemudian presentasi tidak bisa dilanjutkan. Ya kecuali yang kamu presentasikan adalah alat-alat listrik yang khusus arus AC, maka presentasi gagal masih bisa dimaklumi.

Perlu kamu ingat, hadirin kadang-kadang menjadi sekumpulan orang yang sangat kejam. Mereka tak segan mem-bully kamu jika presentasimu gagal. Dan bahkan mereka tak peduli jika ada kendala teknis yang kamu hadapi. Nah, yang perlu kamu ingat bahwa presentasi adalah sebuah wahana komunikasi, dan komunikasi paling dasar adalah terpenuhinya dua unsur, yakni komunikator dan komunikan. Kamu yang punya mulut dan hadirin yang telinganya sehat merupakan syarat terpenuhinya dua unsur komunikasi ini. Maka tak ada alasan kendala teknis, show must go on!

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Tips

Leave a Reply

Check Also

Empat Hal Yang Mesti Dipertimbangakan Sebelum Ikut Tes CPNS

Tahun 2017, 61 instansi pemerintahan membuka lowongan pekerjaan. Tentu bukan sembarang low…