Home Sosial Agar Reuni Berkesan, 4 Hal Ini Patut Dipertimbangkan

Agar Reuni Berkesan, 4 Hal Ini Patut Dipertimbangkan

6 min read
0
0
reuni

Selain identik dengan saling bermaafan, lebaran pun senantiasa diramaikan dengan reuni. Momen liburan, ditambah aura silaturahmi yang masih terasa hingga sebulan lamanya, dimanfaatkan banyak orang untuk mengumpulkan teman-teman lamanya dalam satu acara. Ya, reuni, kembali menyatu.

Reuni seperti menjadi sebuah kebutuhan bagi sebuah komunitas yang pernah bersama untuk waktu yang cukup lama, kemudian terpisah ketika komunitas itu telah bubar. Sekolah, grup musik, angkatan pelatihan tertentu, bahkan keterlibatan dalam satu pekerjaan bisa melakukan reuni apabila beberapa atau personilnya telah terpisah satu sama lain.

Namun reuni bisa membosankan, menyakitkan bahkan mengerikan karena beberapa sebab. Untuk itu kamu mesti memperhatikan hal-hal apa saja yang semestinya tidak dilakukan agar reuni yang telah dihadiri tidak meninggalkan kesan buruk bagi beberapa orang. Berikut beberapa hal yang mesti dihindari agar reuni tetap dinanti dan memberi kesan yang baik bagi hadirin.

Lupa itu manusiawi, tapi selayaknya jangan sampai diungkapkan.

Keterbatasan memori itu manusiawi. (Photo by Phil Coffman on Unsplash)

Kamu tahu rasanya ditanyakan oleh teman yang pernah kamu kenal, satu profesi, satu pekerjaan, teman satu kelas, satu ekstrakulikuler, dengan pertanyaan, “Sebentar, kamu siapa ya?”. Padahal kamu tak banyak berubah, atau jika pun berubah paling tidak ekstrim. Bagaimana rasanya? Karena pertanyaan itu berarti sang penanya bisa jadi melupakan kenangan-kenangan lamanya, atau tak mengharapkan kehadiran kenangan lama tersebut.

Jika benar kita sudah lupa, ini manusiawi. Namun ada cara agar pertanyaan seperti ini tidak terlontar secara langsung. Tanyakan pada teman yang lain, yang mungkin tahu tentang dia. Sebab dilupakan, meski tidak sengaja, adalah hal yang menyakitkan bagi banyak orang. Kamu juga ‘kan?

Mungkin ia cinta pertama, tapi waktu selayaknya memberi jarak agar kisah asmara kalian tak perlu dikenang.

Jangan ada kenangan pada mantan. (Photo by Matthew Henry on Unsplash)

Ini persoalan klasik, ketika dalam satu reuni ada yang menceritakan kembali masa-masa indah dahulu. Dan salah satunya, tentu saja tentang cinta. Maka kisah tentang sang mantan pun bakal menyeruak. Dan pertanyaan, “Eh, kamu kan pernah sama si doi ya?” dan seterusnya, ini bisa menjadi bumerang. Mending kalau keduanya masih sama-sama single, bagaimana jika keduanya sudah berpasangan? Maka reuni bisa menjadi medan kecemburuan, dan ini bisa berakibat buruk bagi masa depan pasangan tersebut. Bukankah ada banyak cerita soal kisah perselingkuhan yang diakibatkan oleh CLBK?

Melupakan mantan, baik mantan siapapun maupun mantan sendiri, harus dilupakan jauh-jauh. Karena ini yang menjadi biang keladi percikan api dalam acara-acara reuni.

Ada banyak teman yang kurang beruntung, maka reuni yang menjadi ajang pamer hanyalah sembilu bagi mereka.

Datang ke reuni tak harus mewah, apalagi pamer. (Photo by Hans M on Unsplash)

Kekayaan dan paras yang rupawan bisa jadi anugerah dimana setiap orang tak mendapatkannya. Namun kerendahan hati dan kebaikan pribadi bisa dimiliki oleh siapapun sehingga reuni tak menjadi ajang pamer bagi mereka yang dalam rentang waktu terpisah menemukan kejayaannya.

Berdasarkan pengalaman beberapa orang yang enggan untuk ikut reuni adalah ia malu jika ada pertanyaan, “Kerja dimana?”. Ya, bagi banyak orang yang pekerjaannya tak semewah dan bahkan tak senormal manusia pada umumnya, pertanyaan semacam itu bisa berubah menjadi sembilu yang sangat menyayat hati. Nah, pamer harta merupakan satu tindakan yang mewakili ribuan pertanyaan semacam itu.

Acara yang tetap menjaga norma susila akan diterima oleh siapa saja.

Secangkir teh hangat dan beberapa kue, cukup untuk menghangatkan reuni. (Photo by Suhyeon Choi on Unsplash)

Agama dan norma masih menjadi pegangan bagi banyak orang. Aturan-aturan di dalamnya masih menjadi hal yang dibiasakan dalam masyarakat dimanapun. Sehingga bila ada kegiatan yang diluar kebiasaan tersebut, pastikan saja akan ada imbas negatif pasca reuni.

Misalkan reuni di hotel mewah dengan tema ‘swimming pool’, dimana semua undangan wajib memakai pakaian renang. Ditambah alkohol dan musik keras bergema di seluruh ruangan. Maka akan ada banyak orang yang berpikir ulang untuk hadir.

Bukankah tidak sulit untuk membuat sebuah acara reuni yang berkesan, seluruh anggota hadir dan memberikan kenangan yang lebih baik tanpa hal-hal diatas?

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Sosial

Leave a Reply

Check Also

Empat Hal Yang Mesti Dipertimbangakan Sebelum Ikut Tes CPNS

Tahun 2017, 61 instansi pemerintahan membuka lowongan pekerjaan. Tentu bukan sembarang low…