Home Hubungan Daripada Dilahap ‘Buaya Darat’, Mending Baca Ini Baik-Baik

Daripada Dilahap ‘Buaya Darat’, Mending Baca Ini Baik-Baik

6 min read
0
0
cinta sejati

Seringkali pikiran tentang cinta mengalahkan logika yang sebenarnya telah dibangun jauh-jauh hari. Dalam sekejap, bangunan itu kemudian runtuh dan kamu pun pada akhirnya bersimpuh atas nama asmara. Dan ketika ia meninggalkanmu saat sedang cinta-cintanya, kamu pun beranggapan tiada cinta sejati di tengah kefanaan dunia.

Pikiran itu kemudian menggejala menjadi trauma, yang tak cukup sehari dua hari dihapus dari rongga dada. Ia masih sakit, sebab rasa kecewa terus menjepit. Sampai kemudian kamu berjalan di taman dan melihat kakek nenek asik berdua-duaan. Mereka masih setia hingga umurnya menua. Dan kamu pun kembali beranggapan kembali bahwa cinta sejati itu pun ada.

Sayangnya, siklusnya pun kemudian berulang. Kamu bertemu dan jatuh cinta pada orang yang salah, kedua kalinya, bahkan mungkin kesembilan kalinya. Tiada lagi rasa trauma, namun ada hati yang bebal menerpa. Ia menjadi kabut yang semakin pekat, rapat, dan membuat hatimu gelap. Yang membuatnya tak mampu lagi membedakan mana cinta yang sejati dan mana yang cuma bualan mulut manis semata.

Sebab pada mulanya, sulit membedakan mana cinta yang tulus dan mana yang sekedar akal bulus.

Ada begitu banyak orang, yang ketika cinta sudah terucap, ia seakan-akan melayang di udara. Ia terbuai dengan manisnya asmara, sedapnya kata-kata, dan harumnya bau cinta. Secara ilmiah, reaksi tubuh ketika jatuh cinta ini memang bisa dijelaskan. Sebab jatuh cinta memicu tiga hormon untuk diproduksi oleh tubuh, yakni dopamin, norepinefrin, dan serotonin. Tapi manusia punya akal pikiran yang membuatnya bertanggung-jawab atas segala keputusan.

Maka pastikan bahwa ketika jatuh cinta, kaki-kakimu kekar menapak di tanah. Meski bahagia terhadap cinta yang ada di depan mata harus dirayakan, tapi pastikan bahwa perayaan itu tidak berada di atas awan, di ketinggian khayalan. Karena dari sanalah segalanya bermula, yang kalau kata Agnes Monica, cinta tak ada logika.

Cinta mungkin hadir di pandangan pertama, tapi empat mata itu mesti memandang ke arah yang sama.

Ketertarikan dan terlepasnya hormon adalah hal pertama. Sebab ada hal kedua yang sejatinya lebih pelik dibandingkan ungkapan cinta pada pandangan pertama. Kali ini sejatinya lebih mendalam, yang kalau meminjam pepatah orang Jawa, yakni wit ing tresna jalaran saka kulina. Cinta muncul karena interaksi yang sering. Maka boleh jadi ia cantik, tampan, menarik, pokoknya good-eye-looking, tapi selama mata yang tidak memandang pada arah yang sama, kaki yang tak melangkah pada jalan yang serupa, dan hati yang tak merasakan hal yang sama, maka sia-sia belaka.

Sebab setelah semua ketertarikan yang memicu cinta itu telah dimakan waktu, maka ujian konsistensi itupun akan dimulai. Ia akan diuji jarak, materi, bahkan manusia-manusia lain yang jauh lebih baik dari orang yang kamu cinta. Ujian itu tak bisa diselesaikan cuma dengan hormon-hormon diatas. Ia mesti diselesaikan dengan kedewasaan berpikir dan yang paling penting kamu dan dia harus dalam satu kesatuan. Singkatnya, satu visi dalam berhubungan.

Sebelum membangun cinta, pikirkan baik-baik segalanya.

Pada akhirnya tiada rumusan pasti tentang yang manakah cinta sejati buat kamu, dan mana yang bukan. Sebab akan selalu ada orang berbeda yang datang dan membawa sikap dan karakternya masing-masing, dan tentu saja bakal membawa manis-pahit dalam kehidupanmu.

Yang perlu kamu butuhkan dalam menjalaninya adalah bagian tubuh yang ada di balik tempurung kepala, yakni otak. Karena pikiran akan menarik kaki-kaki yang berpijak di awan, kembali ke bumi dan mengajakmu untuk bertarung dengar realita kehidupan. Bertarung di lapangan, dan menguji cinta di kenyataan.

Tengok kembali apakah orang yang sedang kamu damba, merupakan orang yang mampu menerima kamu dengan segala baik-buruknya. Begitu juga sebaliknya. Dan tengok kembali, apakah cinta yang sedang kamu bangun itu, adalah sebuah hubungan jangka panjang, dan tanyakan padanya apakah ia juga sedang membangun sebuah bangunan yang sama? Jika tidak, maka pikirkanlah baik-baik untuk mengakhirinya.

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Hubungan

Leave a Reply

Check Also

Beras Sehat Asli Indramayu Ini Hilangkan Was-Was Soal Beras Palsu

Sekenyang apapun makanmu, niscaya tak akan lengkap rasanya jika belum memakan nasi. Begitu…