Home Lifestyle Beras Sehat Asli Indramayu Ini Hilangkan Was-Was Soal Beras Palsu

Beras Sehat Asli Indramayu Ini Hilangkan Was-Was Soal Beras Palsu

7 min read
0
0
69

Sekenyang apapun makanmu, niscaya tak akan lengkap rasanya jika belum memakan nasi. Begitulah tabiat orang Indonesia ketika berbicara makanan. Makanya, nasi bakal selalu menjadi menu wajib dalam setiap hidangan di seantero tanah air. Tapi sebegitu pentingnya, jarang yang membicarakan beras seserius ketika membutuhkan nasi dalam setiap makanannya.

Beras menjadi bahan pokok yang keberadaannya mesti dijaga dengan baik. Mulai dari ketersediaan lahan, kesuburan tanah, cara menanam, hingga proses penggilingan dan pengemasan. Sampai akhirnya beras itu berada di tangan konsumen dan dimasak menjadi nasi. Namun siapa yang peduli sejauh itu. Sebab ketika berbicara beras, yang penting adalah bagaimana ia menjadi nasi, apakah putih serta pulen, atau justru keras dan tak enak dimakan.

Kemudian ketika berbicara beras, kota mana saja yang menjadi penghasil beras untuk Indonesia? Mungkin daftarnya kalah terkenal dibandingkan dengan kota dengan oleh-oleh kue artis yang sedang kekinian. Sebab beras adalah soal biasa, yang baru terasa jika ia sedang langka.

beras pd bwi indramayu
Ini dia penampakan kemasan berasnya. Kece ya embak yang jualnya, eh maksudnya kemasannya.

Beras dari Indramayu

Pada tahun 2016, Indramayu telah memproduksi beras hingga 1,7 juta ton dalam satu tahun (Liputan6). Ini membawa kota penghasil mangga tersebut sebagai kota yang paling banyak memproduksi beras di Indonesia. Sayangnya, produksi beras di kota yang berpenduduk 1,7 juta jiwa ini sering beredar tanpa merek.

Untuk itulah, salah satu Perusahaan Daerah, yakni PD Bumi Wiralodra Indramayu (PD BWI), memproduksi beras dengan merek sendiri. Ini menjadi terobosan yang baik mengingat sebagai penghasil beras terbesar, Indramayu malah kurang begitu dikenal. Yang terkenal dari kota ini cuma mangga dan hasil lautnya saja.

Nah, seperti apa sih berasnya? Beras dari PD BWI ini sebenarnya sudah beredar di wilayah Indramayu sendiri, Cirebon, Karawang, hingga Jakarta. Mereknya ada dua, yakni Beras Tiga Tungku Sejahtera dan Beras Pulen BWI. Seperti namanya, beras ini menghasilkan nasi yang pulen dan berpenampilan putih serta bersih. Tapi tentu saja bukan hanya itu intinya.

Beras yang dijaga dari hulu ke hilir

Beras Tiga Tungku Sejahtera dan Beras Pulen BWI bukan cuma menang di merek saja. Akan tetapi kedua beras ini merupakan hasil jerih payah para petani binaan PD BWI di wilayah Kecamatan Juntinyuat, Krangkeng, Balongan, Sindang, dan Karangampel. Petani-petani tersebut tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang dibina PD BWI bekerjasama dengan Onfarm, sebuah lembaga nirlaba Amerika Serikat yang bergerak di bidang pertanian.

Pembinaan itu meliputi pemberian bibit padi, pemupukan, perawatan, hingga pengolahan pasca panen dan menjadi kedua merek beras itu. Program PD BWI dan Onfarm memastikan agar para petani menggunakan bibit yang sehat yang sudah ditentukan, serta pemberian pupuk organik agar tanah tetap sehat dan tidak tercemar limbah kimia. Kebiasaan petani yang sering menggunakan pestisida dan pupuk kimia dalam merawat padi, betul-betul dipangkas dalam pelaksanaan program ini. Sehingga beras yang nantinya dikemas dijamin bebas dari bahan-bahan kimia.

Pelaksanaan program ini akan terus diperluas. Namun baru lima kecamatan itu saja yang sudah berjalan. Itupun sudah mencapai luas lahan hingga 100 hektar.

Jaminan organik dari Sucofindo dan SIG

Penjagaan tanaman padi dari bahan kimia memang ditekankan betul-betul oleh petani binaan PD BWI. Itulah sebabnya, PD BWI mengklaim kalau beras yang dihasilkannya bebas dari bahan-bahan kimiawi. Namun kalau sekedar klaim, semuanya juga bisa, makanya PD BWI menggandeng PT. Sucofindo dan PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG) untuk mengujinya.

Sucofindo kemudian memberikan sertifikat organik nomor 46611/DBBPAi sebagai jaminan kalau beras yang dihasilkan petani-petani binaan PD BWI ini merupakan beras organik. Kemudian SIG juga memberikan legitimasi dengan nomor SIG.LHP.XI.2016.63744 yang menyatakan hal yang sama. Sehingga beras dengan jenis premium yang berharga Rp.12.500,00 per kilogram dan beras jenis medium yang berharga Rp.9.400,00 per kilogram ini benar-benar beras yang sehat.

Harga itu merupakan harga yang standar di pasar beras saat ini. Apalagi jika dibandingkan dengan harga beras organik yang nangkring di pasar ritel modern di kota-kota besar. Jadi, daripada mencari beras pasaran yang ujung-ujungnya was-was akibat isu beras palsu, lebih baik membeli beras dari PD BWI ini. Betul?

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Lifestyle

Leave a Reply

Check Also

Panduan Memahami Film-Film Marvel Cinematic Universe, Biar Kamu Enggak Gagal Paham

Belum ada yang menyangkal hingga detik ini, kalau Marvel Cinematic Universe (MCU) adalah c…