Home Travel Tiga Alasan Mengapa Bulan September dan Oktober Wajib Berkunjung Ke Indramayu

Tiga Alasan Mengapa Bulan September dan Oktober Wajib Berkunjung Ke Indramayu

8 min read
0
0
festival tjimanoek

Meski tak berjarak semalam dari Jakarta sebagai pusat negara, Indramayu sepertinya kalah pamor untuk menjadi tujuan wisata dibanding Bandung, Cirebon dan kota lainnya di Jawa Barat. Akhir pekan, warga Jakarta, dan warga kota besar lain di sekitarnya memilih menyepi di Puncak, atau berbelanja distro di Bandung. Bahkan untuk turis asing, Bali tak bisa dielakkan menjadi tujuan utama bagi kunjungannya ke Indonesia. Dimana posisi Indramayu, dan geliat apa yang dilakukannya?

Dalam menyikapi usianya yang semakin mendekati setengah milenium, Indramayu mulai berbenah. Komunitas penggerak pariwisata mulai melirik komoditas apa yang bisa dijadikan ‘jualan’. Sebagai wilayah transit dimana hegemoni kultural lebih banyak terbawa Cirebon, maka Indramayu agak kesulitan untuk mengidentifikasi diri. Bahkan gugatan atas kelahirannya pun acapkali jadi polemik. Namun kreatifitas senantiasa menemukan celah. Sejak tahun 2015, Cimanuk dilirik untuk menjadi brand bagi komoditas pariwisata Indramayu. Mengapa Cimanuk?

Sungai Cimanuk memang membelah sebagian Jawa Barat, namun hilirnya hanya ada di Indramayu. Hilir yang kemudian membentuk sebuah muara yang disebut-sebut digunakan sebagai pelabuhan yang cukup besar, pada akhirnya menimbulkan pengayaan khasanah budaya dan kekuatan ekonomi bagi Indramayu jaman dahulu. Cimanuk, menurut salah satu pegiat pariwisata Dartim Yudha, merupakan ruang terbuka untuk mengenal Indramayu. Jadi mengenal Indramayu, memang jauh lebih tepat ketika ditelusuri jejaknya dari muara di utara Jawa Barat ini.

Cimanuk menjadi pembeda, sebab orisinalitas temporer seperti mangga maupun pindang gombyang bisa ditiru daerah mana saja. Namun penanda lokasi secara alami, tak bisa dipindah dengan sebab apapun saja. Maka sejak tahun 2015, Cimanuk digubah menjadi nama festival. Ya, Festival Tjimanoek.

Maka buat kamu yang punya niat untuk berkunjung ke kota ini, bulan September hingga Oktober merupakan waktu yang pas. Sebab selain Festival Tjimanoek, tentu ada hal-hal lain mengapa kunjungan ke Indramayu wajib direncanakan.

Jangan Ketinggalan Festival Tjimanoek Yang Kekinian

festival tjimanoek
Karnaval seribu gadis Ngarot yang tutur mempercantik Festival Tjimanoek. Via: Indramayu.top

Festival menjadi jalan yang tepat dan cukup efektif untuk memparadekan sebuah budaya. Pawai, pameran, hingga pentas di panggung menjadi deretan acara yang menjadi khas dari acara sejenis festival. Begitu pun dengan Festival Tjimanoek.

Pada tahun 2016, festival Tjimanoek ini diselenggarakan dari 15 September hingga 15 Oktober. Sebab pada deretan tanggal tersebut, ada tanggal sakral yang menjadi hari kelahiran kota yang memiliki luas 2.000 km2 tersebut, yakni 7 Oktober.

Dalam festival ini, kamu akan mengenal beragam seni dan budaya Indramayu yang dipawaikan. Tak cuma itu, ada pameran selama beberapa pekan untuk mengenalkan keberagaman kuliner Indramayu yang mampu menggoyang lidah. Masih kurang? Tenang, keriuhan komunitas-komunitas kreatif lokal bakal turut serta bergabung untuk meramaikan dirgahayu kotanya.

Waktunya Panen Mangga Yang Menggugah Selera

mangga Indramayu
Mangga Indramayu yang melimpah pada bulan September hingga Oktober. Via: Merdeka

Dalam bahasa Indramayu, bulan Juli hingga Agustus disebut dengan usum kamididing yang berarti musim kemarau yang panas di siang hari, namun dingin di malam hingga pagi hari. Pada musim inilah pohon-pohon mangga yang banyak tumbuh di Indramayu menumbuhkan bunganya. Bunga-bunga ini kelak sebulan kemudian bakal menampilkan buah-buah mangga yang menggemaskan.

Indramayu memang dikenal sebagai kota mangga, sebab selain banyak kebun mangga di beberapa tempat, pohon ini pun banyak ditanami warga sebagai pohon peneduh halaman rumah. Jika kamu menemukan mangga bapang yang berserat dan berair di Jakarta berharga cukup mahal, maka ketahuilah disini mangga itu akan melimpah dan bakal ditransformasi menjadi dodol serta sirup mangga. Sebab varian mangga sangat banyak sekali. Kalau kebetulan tak punya kenalan orang Indramayu asli yang punya pohon sendiri, maka pandai-pandailah menawar di penjual mangga di sepanjang jalan pantura maupun di sekitar Pasar Mambo.

Melimpahnya Hasil Tangkapan Nelayan

pindang gombyang
Gurih dan pedasnya pindang gombyang membuat lidah bergoyang. Via: Haris Rojangi

Berdasarkan data-data dari Kementerian Perikanan dan Kelautan yang terkait dengan perikanan tangkap, pada triwulan ketiga hingga keempat, produksi sektor ini cukup baik dibandingkan dengan triwulan pertama. Sebab perikanan tangkap terkait pula dengan kondisi cuaca yang bakal tak bersahabat ketika masuk pada awal triwulan pertama hingga awal triwulan kedua. Secara otomatis, ini menurunkan hasil tangkapan nelayan pada bulan-bulan tersebut.

Ini kaitannya apa sih dengan Indramayu?

Indramayu punya banyak pelabuhan pendaratan ikan yang cukup terkenal. Beberapa diantaranya yakni Karangsong, Eretan, Dadap, dan Glayem. Masing-masing dari tempat tersebut punya mayoritas produksi ikan yang berbeda-beda. Namun semuanya punya satu makna, yakni kuliner seafood yang sangat kaya. Ya, di semester kedua, tangkapan nelayan di Indramayu biasanya stabil.

Jika kamu beruntung, maka pada hari ulang tahun kota ini akan diadakan mayoran pindang gombyang seperti tahun kemarin. Semoga saja panitia festivalnya mengadakan kembali acara tersebut. Ya kalaupun nggak, dengan uang tak lebih dari Rp.50 ribu, kamu bisa mendapatkan satu porsi kuliner yang hits di Indramayu ini.

Namun bukan berarti kota ini tak enak ketika dikunjungi di bulan-bulan selain itu. Tapi ada waktu yang tepat agar liburan tak salah tempat.

Soal akses kendaraan, Indramayu tak sulit ditempuh dari arah mana saja. Sebab kota ini hanya sering disebut sebagai pelengkap perjalanan, yang sebenarnya sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Travel

Leave a Reply

Check Also

Beras Sehat Asli Indramayu Ini Hilangkan Was-Was Soal Beras Palsu

Sekenyang apapun makanmu, niscaya tak akan lengkap rasanya jika belum memakan nasi. Begitu…