Home Psikologi Buat Kamu Yang Ngaku Cerdas, Punya Ciri-Ciri Berikut?

Buat Kamu Yang Ngaku Cerdas, Punya Ciri-Ciri Berikut?

5 min read
0
0
Orang-orang yang cerdas seringkali diartikan sebagai mereka yang menjuarai olimpiade sains, punya IPK cum laude, dan mampu membuat penemuan di bidang teknologi. Sebenarnya itu tak salah juga. Karena mereka pun juga orang-orang yang cerdas. Namun kecerdasan ternyata tak hanya muncul berupa prestasi akademik dan saintifik saja. Karena secara psikososial, orang yang cerdas bisa terlihat dari interaksinya dengan kehidupan sosialnya. Untuk orang-orang yang normal, interaksi sosial senantiasa berkutat dengan hal-hal yang umum. Mereka biasanya banyak bicara karena topiknya pun terbilang cukup berlimpah. Sementara untuk orang-orang dengan kategori cerdas, hal-hal yang umum ini tak lagi menjadi pikirannya. Oleh karenanya, lingkungan sosial dari orang-orang yang cerdas ini pun seakan-akan tak memahami kondisi yang sebenarnya terjadi. Orang cerdas adalah makhluk pendiam, bukan karena tak suka bicara, namun tak menemukan topik pembicaraan Orang-orang normal berbicara tentang pertandingan sepakbola, namun orang yang cerdas akan berbicara tentang topik yang jauh lebih besar dari itu. Kalau masih berkutat di sepakbola, maka orang-orang yang cerdas akan berbicara tentang mengapa orang-orang suka dengan sepakbola. Alih-alih berbincang soal Persib melawan Persija, orang semacam ini akan menelisik mengapa Viking dan The Jak begitu fanatik dengan klubnya masing-masing. Ini tentu tidak umum. Ya, siapa yang sering berbicara soal sosiologi dalam sepakbola? Oleh karenanya, orang semacam ini lebih banyak memilih diam karena tak ada yang ingin diperbincangkannya. Atau ia tak menemukan topik yang tepat untuk memulai bicara. Topik bicaranya seringkali luas dan rumit. Pekerjaan yang dilakukannya sering membuatnya bosan Otak orang-orang yang cerdas secara terus menerus butuh tantangan yang baru, ide-ide besar yang mesti ditunaikan, dan hal-hal kreatif yang ingin terus dilakukan. Maka jika kamu menemukan ada orang yang seringkali berpindah pekerjaan bukan karena persoalan gaji dan kredibilitas, maka kemungkinan ia adalah orang yang cerdas. Pekerjaan yang dilakukannya atau profesi yang dilakoninya secara konstan akan membuatnya cepat merasa bosan. Apalagi ketika sang atasan hanya memberinya pekerjaan yang sangat intruksional, alamat rasa bosannya bakal lebih cepat datang. Orang Cerdas Cenderung Terlihat Malas Iya, malas. Lima huruf ini memang suka bikin kesan negatif pada siapapun yang dihinggapinya. Dan perlu kamu tahu, orang cerdas pun kadang terlihat jadi pemalas. Loh, kog bisa? Orang yang punya kecerdasan diatas rata-rata suka tidak tertarik pada sesuatu yang umum. Ini sudah disinggung di atas, bukan? Nah kebiasaan ini membuat mereka jadi tidak tertarik. Maksudnya secara alami, simpul-simpul saraf mereka tidak menanggapi secara baik terhadap hal yang biasa itu. Makanya banyak orang yang menganggap ini sebagai ciri-ciri dari kemalasan. Padahal kenyataannya nggak. Ini perlu penegas antara malas dengan tidak minat. Nah, orang-orang yang cerdas ada di posisi kedua, tidak minat. Puncaknya, Orang Cerdas Banyak Yang Jomblo Kamu jomblo? Berarti kamu cerdas, dong? Eits, coba dicek dulu, apakah ciri-ciri diatas ada pada kamu? Sebab kalau tidak, kamu jomblo bukan karena kamu cerdas, tapi errr... nggak enak ngomongnya. Orang yang cerdas biasanya susah untuk jatuh cinta. Sebabnya daya analisa orang-orang yang cerdas sering mengalahkan nalar emosi mereka. Sementara jatuh cinta 'kan butuh emosi. Ya 'kan, mblo? Nah, itulah ciri-ciri orang yang cerdas menurut BesokLusa. Apakah disekitar kamu ada orang-orang dengan semua ciri diatas? Jangan biarkan mereka terasing dengan dunianya ya. Sebab orang-orang semacam itu kadang dianggap aneh oleh masyarakat pada umumnya. Boleh jadi dari tangan mereka lah kehidupan umat manusia dipertaruhkan.

Orang-orang yang cerdas seringkali diartikan sebagai mereka yang menjuarai olimpiade sains, punya IPK cum laude, dan mampu membuat penemuan di bidang teknologi. Sebenarnya itu tak salah juga. Karena mereka pun juga orang-orang yang cerdas. Namun kecerdasan ternyata tak hanya muncul berupa prestasi akademik dan saintifik saja. Karena secara psikososial, orang yang cerdas bisa terlihat dari interaksinya dengan kehidupan sosialnya.

Untuk orang-orang yang normal, interaksi sosial senantiasa berkutat dengan hal-hal yang umum. Mereka biasanya banyak bicara karena topiknya pun terbilang cukup berlimpah. Sementara untuk orang-orang dengan kategori cerdas, hal-hal yang umum ini tak lagi menjadi pikirannya. Oleh karenanya, lingkungan sosial dari orang-orang yang cerdas ini pun seakan-akan tak memahami kondisi yang sebenarnya terjadi.

Orang cerdas adalah makhluk pendiam, bukan karena tak suka bicara, namun tak menemukan topik pembicaraan

Orang-orang normal berbicara tentang pertandingan sepakbola, namun orang yang cerdas akan berbicara tentang topik yang jauh lebih besar dari itu. Kalau masih berkutat di sepakbola, maka orang-orang yang cerdas akan berbicara tentang mengapa orang-orang suka dengan sepakbola. Alih-alih berbincang soal Persib melawan Persija, orang semacam ini akan menelisik mengapa Viking dan The Jak begitu fanatik dengan klubnya masing-masing. Ini tentu tidak umum.

Ya, siapa yang sering berbicara soal sosiologi dalam sepakbola? Oleh karenanya, orang semacam ini lebih banyak memilih diam karena tak ada yang ingin diperbincangkannya. Atau ia tak menemukan topik yang tepat untuk memulai bicara. Topik bicaranya seringkali luas dan rumit.

Pekerjaan yang dilakukannya sering membuatnya bosan

Otak orang-orang yang cerdas secara terus menerus butuh tantangan yang baru, ide-ide besar yang mesti ditunaikan, dan hal-hal kreatif yang ingin terus dilakukan. Maka jika kamu menemukan ada orang yang seringkali berpindah pekerjaan bukan karena persoalan gaji dan kredibilitas, maka kemungkinan ia adalah orang yang cerdas.

Pekerjaan yang dilakukannya atau profesi yang dilakoninya secara konstan akan membuatnya cepat merasa bosan. Apalagi ketika sang atasan hanya memberinya pekerjaan yang sangat intruksional, alamat rasa bosannya bakal lebih cepat datang.

Orang Cerdas Cenderung Terlihat Malas

Iya, malas. Lima huruf ini memang suka bikin kesan negatif pada siapapun yang dihinggapinya. Dan perlu kamu tahu, orang cerdas pun kadang terlihat jadi pemalas. Loh, kog bisa?

Orang yang punya kecerdasan diatas rata-rata suka tidak tertarik pada sesuatu yang umum. Ini sudah disinggung di atas, bukan? Nah kebiasaan ini membuat mereka jadi tidak tertarik. Maksudnya secara alami, simpul-simpul saraf mereka tidak menanggapi secara baik terhadap hal yang biasa itu. Makanya banyak orang yang menganggap ini sebagai ciri-ciri dari kemalasan. Padahal kenyataannya nggak. Ini perlu penegas antara malas dengan tidak minat. Nah, orang-orang yang cerdas ada di posisi kedua, tidak minat.

Puncaknya, Orang Cerdas Banyak Yang Jomblo

Kamu jomblo? Berarti kamu cerdas, dong? Eits, coba dicek dulu, apakah ciri-ciri diatas ada pada kamu? Sebab kalau tidak, kamu jomblo bukan karena kamu cerdas, tapi errr… nggak enak ngomongnya.

Orang yang cerdas biasanya susah untuk jatuh cinta. Sebabnya daya analisa orang-orang yang cerdas sering mengalahkan nalar emosi mereka. Sementara jatuh cinta ‘kan butuh emosi. Ya ‘kan, mblo?

Nah, itulah ciri-ciri orang yang cerdas menurut BesokLusa. Apakah disekitar kamu ada orang-orang dengan semua ciri diatas? Jangan biarkan mereka terasing dengan dunianya ya. Sebab orang-orang semacam itu kadang dianggap aneh oleh masyarakat pada umumnya. Boleh jadi dari tangan mereka lah kehidupan umat manusia dipertaruhkan.

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Psikologi

Leave a Reply

Check Also

Empat Hal Yang Mesti Dipertimbangakan Sebelum Ikut Tes CPNS

Tahun 2017, 61 instansi pemerintahan membuka lowongan pekerjaan. Tentu bukan sembarang low…