Home Psikologi Hidup Bukan Hanya Media Sosial, Ini Yang Perlu Kamu Gali

Hidup Bukan Hanya Media Sosial, Ini Yang Perlu Kamu Gali

9 min read
0
0
selfie

Pernah nggak kamu memperhatikan kalau posting sesuatu di media sosial sudah jadi candu? Ya, candu selayaknya obat. Meski pertamanya mungkin mampu menyembuhkan, tapi tidak untuk jangka panjang.

Kehadiran kamu di media sosial sering kamu evaluasi ‘kan? Sebab kamu lebih tahu mana yang akan mendulang respon banyak, dan mana yang hanya menyisakan pengabaian dari teman-teman kamu. Makanya kamu pun mengunggah berbagai foto yang menarik, dari wajah yang paling cantik, atau kata-kata mutiara terbaik, agar semuanya jadi melirik. Kamu pun dihadiahi jempol, komentar pujian, dan share yang bertubi-tubi dari jejaring kamu di media sosial itu.

Hal yang sebaliknya pun bisa saja terjadi. Sebab boleh jadi kamu pun akan diabaikan pada satu ketika, saat kuota mahal, kala kesibukan melanda, dan kamu hanya mendapatkan dua jempol saja. Kamu merasa ada yang kurang ‘kan? Bahkan boleh jadi kamu pun frustasi dengan hal yang demikian.

Apa yang salah dengan mengharap banyak Like dan Share?

Hidup itu bergerak, beraktivitas, dan bermanfaat. Hasil dari segala aktivitas tersebut akan dikembalikan pada kamu. Apabila proses yang dilalui itu bagus, maka kebagusan pula yang akan dituai. Begitu sebaliknya. Adapun pujian, hanyalah efek kecil dari panen hasil positif tersebut. Nah, begitu juga dengan media sosial.

Ketergantungan terhadap like hanya berakibat pada kecanduan yang sukar untuk dihilangkan. Sebab ia akan menyita perhatian kamu dari aktivitas yang sebenarnya. Ia hanya mengalihkan tujuan positif kamu kepada mengejar-ngejar like dan share yang banyak. Sebab kalau sudah banyak, mau apa? Yang tersisa kemudian adalah rendahnya harga diri sebab tujuan kehidupan kamu hanya mengejar-ngejar banyaknya like dan share.

Ya, rendahnya harga diri adalah sebuah penyakit mental yang memang sukar pula diobati. Ia membutuhkan proses yang panjang, rutin, dan tekun. Nah, mari kita mulai.

Harga diri merupakan cara kamu menilai diri sendiri

Apakah peduli terhadap harga diri itu penting? Jika ada pertanyaan semacam ini, maka jawablah dengan sebuah pertanyaan lagi, apa kamu peduli dengan diri kamu sendiri?

Sebab seseorang yang rendah harga dirinya, akan menilai diri rendah di hadapan siapapun dan merasa dirinya tak berguna. Sementara dengan harga diri yang tinggi, seseorang akan percaya dengan dirinya sendiri dan memiliki nilai dan sikap hidup yang tegas dan jelas.

Dengan harga diri yang tinggi, kamu akan menjadi pribadi yang tidak neko-neko, mau dapat like banyak mau sedikit, yang penting postingan kamu berguna buat orang banyak. Ia akan kuat, teguh, dan punya tujuan dalam hidup. Ketika berada di media sosial, tujuannya bermanfaat untuk orang lain, bukan mengejar recehan like dan share.

Lakukan ini agar punya harga diri yang tinggi

Pertama yang perlu dicatat adalah like dan share disini bukan soal influencer yang memang tujuannya mendapat keuntungan dari media sosial. Influencer beda bab lagi dengan bahasan yang satu ini. Para influencer adalah orang-orang yang terampil untuk memancing perhatian, dan konten-kontennya memang dibuat agar media sosial itu menghasilkan uang. Lah, kamu?

Makanya jika tak punya tujuan yang jelas, tak usah berharap yang muluk-muluk. Tak usah sampai frustasi ketika menemui kenyataan bahwa tak ada satu pun yang menanggapi postingan kamu. Nah, makanya yuk belajar. Ini dia beberapa tahapannya.

Jangan pernah berharap sempurna

Mencapai harga diri yang tinggi sangat dibolehkan, hanya saja jangan tertukar dengan mencari kesempurnaan. Sebab ungkapan klasiknya: nobody is perfect! Tak ada yang sempurna dalam hidup ini. Kita senantiasa berkompromi dengan keadaan dan mencari jalan terbaik untuk hidup kita.

Maka kamu merasakan sempurnanya liburan di Bali, namun terbentu ongkos, maka liburan ke pantai yang terdekat pun seharusnya bisa kamu nikmati. Sebab sempurna adalah ketika kamu tak memaksakan diri dengan keadaan, sehingga tak ada yang akan menagih hutang ataupun barang yang hilang.

Berkontribusi pada masyarakat

Terlibat dengan aktivitas sosial di dekat rumah kamu menjadi salah satu cara meningkatkan harga diri. Sebab dengan berbuat baik pada orang lain, akan meningkatkan penilaian yang baik terhadap diri sendiri.

Menerapkan pola hidup sehat

Ya, orang yang menghargai kesehatannya secara otomatis adalah orang yang menghargai dirinya sendiri. Olahraga, makan makanan sehat, tidak merokok, menghindari alkohol, dan bangun pagi, merupakan cara meningkatkan harga diri kamu.

Mengenali pemicu harga diri yang rendah

Ada banyak orang-orang di sekeliling yang berhasil memotivasi kamu. Namun waspadalah jika kamu kehilangan mereka, kamu pun akan kehilangan motivasi itu. Kamu pun bisa jadi kehilangan semangat dan tak punya pegangan hidup, sehingga harga diri pun akan semakin turun drastis. Maka kenali setiap pemicu turunnya harga diri, dan segera obati agar harga diri kamu segera naik.

Fokus pada kemampuan

Banyak orang yang mempu melakukan sesuatu lebih baik dari kamu. Mereka lebih jago Matematika, mereka lebih mahir futsal, dan mereka lebih pandai memasak. Jika mereka selalu dibanding-bandingkan dengan kamu, maka rasa rendah dirilah yang akan dimiliki. Oleh karenanya, fokuslah pada apa yang kamu bisa lakukan. Biarlah orang lain jauh lebih hebat. Sebab kamu, dan setiap orang, adalah pribadi yang hidup dengan keunikan masing-masing.

Buatlah tujuan

Sebab semuanya butuh latihan, maka buatlah tujuan dari latihan tersebut, komitmen, dan rutin. Misalnya kamu ingin berhenti merokok, maka tetapkan pada bulan apa kamu akan total berhenti menghisap tembakau ini. Begitu pun dengan hal-hal yang lain.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa meningkatkan rasa penghargaan terhadap diri kamu sendiri. Harga diri kamu lebih tinggi dibanding sebuah like dan share di Facebook. Jika kamu tak bisa lepas dari candu media sosial, maka wajib hukumnya melepaskan diri dari candu mendapat like dan share. Bisa?

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Psikologi

Leave a Reply

Check Also

Beras Sehat Asli Indramayu Ini Hilangkan Was-Was Soal Beras Palsu

Sekenyang apapun makanmu, niscaya tak akan lengkap rasanya jika belum memakan nasi. Begitu…