Home Tips Mi Samyang Haram? Inilah Cara Mendeteksinya

Mi Samyang Haram? Inilah Cara Mendeteksinya

8 min read
0
0
mi samyang

Orang Indonesia memang penyuka pedas. Kita bisa melihatnya dari ragam sambal yang tersedia dalam setiap jenis masakan khas daerah-daerah tertentu di negeri ini. Cita rasa itu pun banyak yang memanfaatkannya dengan membuat usaha kuliner dengan menu utama makanan pedas. Dan memang banyak yang sukses, sebab cita rasanya pas dengan lidah orang Indonesia. Ya, cita rasa pedas.

Para pengusaha importir makanan pun tak ketinggalan untuk menghadirkan makanan pedas yang kiranya sesuai dengan lidah orang Indonesia. Dan salah satu importir kemudian menghadirkan mi Samyang, makanan instan yang sangat kondang di Korea.

Terlepas dari kegemaran kaum milenial Indonesia akan drama Korea yang membuat termehek-mehek, mi Samyang memang sudah kondang duluan sebagai mi favorit dunia. Bintang iklannya pun girl band SoNyuhShiDae alias Girls Generation atau yang akrab disebut sebagai SNSD. Dan kedatangan mi Samyang ke Indonesia kemudian disambut positif sekali.

Lidah orang Indonesia yang terbiasa dengan cabai dan aneka rempah pedas memang dimanjakan oleh mi Samyang. Apalagi ditambah dengan kemasannya yang cukup besar dibandingkan dengan mi instan yang sudah ada di Indonesia sebelumnya. Samyang berukuran 140 gram, dimana rata-rata mi yang ada hanya berukuran 100 gram saja.

Kata kunci ‘pedas’ dan ‘Korea’ kemudian melambungkan mi Samyang di media sosial, terutama Youtube yang banyak menghadirkan Samyang challenge. Dalam video-video tersebut, Samyang yang sudah sedemikian pedas, ditambah pula dengan cabai tambahan. Salah satu videonya bisa dilihat lewat video Youtuber Tanboy Kun yang memakan enam bungkus Samyang ekstra pedas ditambah cabai bubuk level 30. Video ini cukup viral, sebab sudah ditonton sebanyak 1,1 juta kali.

Viralnya Samyang di media sosial pada akhirnya mampu mendongkrak mi yang diproduksi oleh Samyang Food Co. Ltd ini. Dengan harga antara Rp.15 ribu hingga Rp.25 ribu, mi Samyang cukup laris di pasaran. Ya, kebanyakan konsumennya memang anak muda, generasi milenial yang cukup fasih jika sudah dholanan internet dan media sosial.

Kontroversi Halal-Haram

Sebagai negara non-muslim, Korea memang tak memiliki kewajiban sama sekali untuk menyeleksi apakah makanan yang mereka produksi halal atau haram. Termasuk untuk urusan mi Samyang. Sehingga wajar saja ketika penggunaan minyak babi sah-sah saja dipakai untuk penyedap rasa mi ini.

Persoalannya jadi berbeda ketika Samyang ingin agar semua lapisan masyarakat di Korea mampu diakses oleh produknya, termasuk masyarakat muslim Korea. Oleh karena itu Samyang pun mendaftarkan diri ke Korean Muslim Federation (KMF), semacam MUI-nya Korea, untuk mendapatkan sertifikasi halal. Tentu saja pengajuan ini mensyaratkan Samyang untuk mengubah komposisinya, terutama untuk tidak menyertakan minyak babi sebagai salah satu bahan penyedap.

Dan well, sertifikasi ini pun berimbas cukup bagus. Sebab mi Samyang pada akhirnya bisa diterima di negara-negara muslim seperti di Timur Tengah dan kawasan melayu Asia Tenggara. Sehingga Indonesia pun kecipratan mi Samyang dengan berlabel halal dari KMF. Namun polemik kemudian muncul, sebab Badan POM tanah air kemudian merilis daftar mi Samyang dan mi Korea yang masih mengandung babi.

badan pom mi samyang
Badan POM merilis empat mi asal Korea yang mengandung babi.

Dalam daftar yang dirilis Badan POM pada 15 Juni 2017 itu, ada dua mi Samyang dan dua mi Korea lain yang terindikasi mengandung babi. Keempatnya diimpor oleh perusahaan yang sama, yakni PT Koin Bumi. Keempat mi tersebut adalah mi Samyang U-Dong, mi Samyang Kimchi, mi Nongshim (Shin Ramyun Black), dan mi Ottogi (Yeul Ramen). Keempat mi tersebut menurut Badan POM secara spesifik mengandung babi namun tidak mencantumkan peringatan ‘mengandung babi’ pada labelnya.

badan pom mi samyang
Empat mi Korea yang mengandung babi menurut Badan POM.

Jadi buat yang beragama Islam, Badan POM sudah memberikan peringatan mi Samyang dan mi Korea mana saja yang haram jika dikonsumsi. Untuk mi Samyang Hot Chicken Flavor Ramen memang bisa dikonsumsi sebab punya label halal dari KMF. Namun di Indonesia mi Samyang jenis ini pun tidak tercantum label tersebut. Untuk itu, Badan POM meminta kepada seluruh Balai POM di seluruh Indonesia agar menarik mi yang ada di daftar edaran diatas, dan mengawasi peredaran makanan di masyarakat.

Cara mudah mengetahui status kehalalan produk makanan asal Korea

Nah, buat yang masih ragu-ragu dan tentu saja masih sedikit repot, berikut ada sebuah tips untuk mengetahui kehalalan mi Samyang dan produk makanan asal Korea secara umum. Dikutip dari Kumparan, untuk mengetahui status halal, haram, maupun syubhat, pemilik ponsel pintar bisa mengunduh aplikasi ‘Halal Korea’.

Dalam aplikasi tersebut tersedia segala macam petunjuk buat umat Islam yang tinggal di Korea. Mulai dari petunjuk sholat, masjid yang tersedia, komunitas muslim, arah kiblat, restoran halal, dan tentu saja makanan halal. Nah, khusus makanan halal, aplikasi ini terintegrasi dengan data base KMF.

Untuk mengetahui status kehalalan makanan buka fitur ‘scan’ dan pindai barcode makanan tersebut. Silakan tunggu sejenak, dan jika makanan tersebut halal maka petunjuknya akan ada ceklis dengan latar berwarna hijau, namun jika haram akan berlatar merah dan tertulis terkontaminasi dengan daftar bahan makanan haram yang mengontaminasinya. Namun jika tertulis ‘no data’, maka makanan tersebut belum terdaftar di KMF, dengan kata lain syubhat sebab Korea merupakan negara non-muslim dimana pembuatan makanan tidak mempertimbangkan halal dan haram dalam kandungannya.

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Tips

Leave a Reply

Check Also

Beras Sehat Asli Indramayu Ini Hilangkan Was-Was Soal Beras Palsu

Sekenyang apapun makanmu, niscaya tak akan lengkap rasanya jika belum memakan nasi. Begitu…