Home Psikologi Kemampuan Otak Yang Sering Disalahpahami. Bagaimana Sebenarnya?

Kemampuan Otak Yang Sering Disalahpahami. Bagaimana Sebenarnya?

6 min read
0
0
otak

Koneksi internet di smartphone telah menghubungkan setiap orang dengan informasi yang tak terbatas. Kamu pun di bombardir banyak informasi yang berasal dari lini masa media sosial, laman pencarian, hingga situs berita. Semuanya terus merangsek tak bisa dicegah. Di sisi lain, kamu mengira otak yang ada di kepala bisa menampung semuanya. Ternyata tidak begitu cara kerjanya.

Otak rata-rata manusia ternyata hanya mampu menampung 50.000 hinggga 70.000 ujaran setiap harinya. Kalau disamakan dengan penyimpanan komputer, maka otak manusia hanya mampu menyimpan informasi sebesar 8 GB saja. Ketika manusia tidur, maka otak melakukan penyegaran untuk meluangkan ruang simpannya bagi aktivitas esok hari. Itulah kenapa tak ada manusia yang mampu mengingat dengan terang apa yang terjadi.

Misalnya otak kamu diminta untuk menggambarkan suasana malam tadi, maka kurang lebih akan tampak gambar berikut ini.

Dan itulah yang terjadi pada informasi yang tersimpan dalam otak secara keseluruhan. Jika dipanggil kembali, informasi tersebut tampak buram. Pengalaman-pengalaman yang terjadi hanya tampak gambaran-gambaran buram saja.

Jaman dulu, otak hanya berfungsi untuk bertahan hidup.

Pikiran manusia pada jaman dulu hanya digunakan untuk bertahan hidup. Nenek moyang kita menggunakan otaknya untuk mencerna kondisi sekitar, agar mereka bisa tetap makan dan beradaptasi dengan lingkungan.

Lingkungan pada jaman dulu membuat manusia bakal berpikir sederhana saja. Yakni hanya berkutat pada pikiran-pikiran apakah lingkungan ini berbahaya, apa benda ini bisa dimakan, dan seterusnya.

Dunia modern menuntut manusia untuk lebih banyak menggunakan otaknya.

Kompleksitas dunia modern pada akhirnya benar-benar menyita ruang ingatan pada otak manusia. Bahasa yang berkembang, baik bahasa tulis serta bahasa lisan yang ditransformasikan terus-menerus lewat internet, membuat otak terus menerus bekerja untuk menyimpan informasi. Tapi, pada titik tertentu, manusia modern seringkali mendapatkan informasi yang terlalu banyak.

Jika otak hanya sanggup menampung 50.000 hingga 70.000 ujaran, maka di dunia modern sekarang rata-rata manusia mendapatkan 100.000 ujaran setiap harinya. Nah, kamu boleh bertanya, bagaimana jika otak kelebihan kuota simpanan?

Otak sering tidak akurat dan objektif dalam mengingat.

Ada yang bilang kalau otak manusia modern dijejali informasi hingga 64 GB setiap harinya. Ini berarti kapasitas otak bakal meluber, sebab telah dijelaskan kalau otak hanya sanggup menampung kapasitas sebesar 8 GB saja.

Hal ini bakal bertambah kesulitannya ketika otak manusia diminta untuk mengingat angka-angka yang cukup panjang. Banyak yang gagal mengingat angka, sebab angka berdiri sendiri. Berbeda halnya ketika diminta untuk mengingat huruf, sebab ketika huruf dipadukan, otak bisa mengingat satu kata saja meski kata tersebut random. Misalnya 84758203874 dibandingkan dengan GJKILTRSEMNA. Mana yang lebih mudah diingat? Tentu yang huruf ‘kan?

Otak memang tak dibuat Tuhan untuk menyimpan informasi secara obyektif dan akurat. Ini sudah dicontohkan pada gambar malam hari diatas. Sehingga menyimpan terlalu banyak informasi bakal membuat otak untuk menyingkirkan ingatan-ingatan yang tidak penting. Untuk menentukan mana yang perlu diingat, otak mengambil prioritas pada hal apa yang sedang diproses olehnya, atau yang terkait secara emosional saja. Nah, inilah mengapa ingatan akan hal-hal yang membuat sakit hati susah dihilangkan.

Bagaimana mengosongkan ruang simpan dalam otak?

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah bertindak layaknya nenek moyang kita. Maksudnya, otak hanya digunakan untuk mencerna, memproses, dan mengingat hal-hal yang penting saja. Sehingga menjauhi media sosial yang banyak berseliweran informasi adalah pilihan terbaik.

Ya, sumber-sumber informasi yang tak bisa dibendung keberadaannya meski dijauhi agar otak tidak banyak menyimpan informasi yang sebenarnya tak dibutuhkan. Kamu mesti tahu, mengapa banyak pengguna media sosial yang hanya membaca judul saja ketika disajikan sebuah artikel? Otak mereka lelah, sementara informasi yang mesti diserap masih banyak. Jadi, kalau belum bisa menjauhi media sosial, maka tentukan dan lihatlah informasi yang benar-benar kamu butuhkan saja.

Selain itu, beristirahat yang cukup, meditasi, dan meminum nutrisi yang baik untuk otak pun disarankan agar kinerja otak tetap normal.

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Psikologi

Leave a Reply

Check Also

Empat Hal Yang Mesti Dipertimbangakan Sebelum Ikut Tes CPNS

Tahun 2017, 61 instansi pemerintahan membuka lowongan pekerjaan. Tentu bukan sembarang low…