Pernah nggak sih omongan kamu nggak ditanggapi secara serius oleh teman-teman? Pernah atau justru sering? Kalau omonganmu sering nggak ditanggapi secara serius, mungkin kamu perlu membangun kredibilitas diri kamu sendiri.

Kredibilitas erat kaitannya dengan kepercayaan. Misalnya, kalau kamu seorang dokter, tentu saja mudah bagi orang percaya kamu punya kredibilitas untuk berbicara masalah kesehatan.

Namun lain halnya dengan kehidupan sehari-hari, dalam hubungan perkawanan, rekan sekolah, rekan kerja, bahkan hingga jalinan asmara. Kredibilitas bukan soal pengetahuan, ilmu, gelar, maupun profesi. Sebab semua orang dalam posisi yang sama. Nah, kredibilitas di sini pada akhirnya bergantung pada sejauh mana kawan kamu percaya pada apa yang kamu lakukan dan kamu katakan. Itu saja.

Hanya saja banyak perkara yang menyebabkan kredibilitas ini luntur, bahkan hingga hancur berkeping-keping. Untuk itu, selain menjaga baik-baik kepercayaan yang telah didapatkan, adakalanya buat kawan-kawan kamu yang mungkin belum begitu saja menaruh kepercayaannya, ada baiknya lima hal ini dicoba.

1. Tersenyumlah setulus dan sealami mungkin

Sebuah penelitian mengatakan kalau senyum yang tulus akan memicu otot-otot di sekitar mata. Dan otot-otot ini yang kelak akan dipandang oleh lawan bicara, dan bakal mencerminkan sebuah tanda kepercayaan yang terpancar dari wajah kamu.

Senyum yang tulus dan alami akan menghilangkan prasangka-prasangka yang timbul ketika berkomunikasi. Sehingga proses untuk mendapatkan kepercayaan dari lawan bicara bisa diperoleh. Tapi ingat, nggak usah nyengir, nanti giginya kering.

2. Mengikuti gaya komunikasi lawan bicara

Mengapa kegiatan fasilitasi komunitas akan jauh lebih berhasil apabila fasilitatornya adalah orang setempat atau yang paham budaya dan bahasa komunitas tersebut? Sebab dalam berkomunikasi, seseorang atau sebuah komunitas akan jauh lebih menerima saran dan masukan dari mereka yang dianggap segolongan.

Dalam teori berkomunikasi, ada juga istilah mirroring. Istilah ini merujuk pada tindakan untuk mengikuti gaya komunikasi lawan bicara. Tapi bukan berarti kamu berupaya meniru-niru apa yang lawan bicaramu lakukan. Mengikuti disini lebih bertujuan agar lawan bicara kamu lebih merasa nyaman sebab kamu memahami pola komunikasinya.

Tapi kalau kamu memang nggak bisa, lebih baik nggak usah dilakukan, sebab alih-alih lawan bicara merasa nyaman, justru karena kamu terlalu kaku melakukannya, ia malah merasa aneh.

3. Memberikan perhatian pada apa yang ada di hadapan kamu

Jujur, pernah nggak kamu menoleh kanan dan kiri, atau memandang entah kemana ketika teman kamu bicara? Apa yang kemudian ia rasakan? Tidak nyaman ‘kan? Ia akan segera memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan, dan kemungkinan ia pun akan menjaga agar jangan sampai punya kesempatan untuk berbicara lagi dengan kamu.

Untuk itu, upayakan agar tetap memberikan perhatian pada lawan bicara kamu. Buat agar ia senantiasa nyaman dengan bicaranya, dengan tindakannya, dan dalam kenyamanan itulah terbuka ruang untuk menggaet kepercayaannya padamu.

4. Boleh curhat juga tentang kelemahan kamu

Kamu boleh mengungkapkan apa yang tidak kamu bisa pada lawan bicara kamu. Ya, ungkapkan saja kelemahan kamu pada kawanmu. Tapi jangan semuanya, sebab dikhawatirkan ia akan menyebarkannya pada orang lain yang bisa jadi membahayakanmu.

Tujuan dari pengungkapan kelemahan ini adalah agar teman yang kamu ceritakan tersebut bisa bersimpati dan mendapat kepercayaan kamu. Simpati mungkin tidak juga sih, tapi ia akan percaya diri bahwa kamu memercayainya.

Oh iya, mengapa jauh lebih banyak orang yang suka Batman dibanding Superman? Sebab Batman punya banyak kelemahan. Apa kamu dapat poinnya?

5. Buktikan kalau kamu tak cuma omong doang

Ya, teladan lebih mengena dibanding ribuan kalimat motivasi. Sebab orang seringkali melihat kepada siapa yang mengatakannya dibanding apa yang dikatakannya. Ini sangat umum terjadi. Oleh karenanya, jauh lebih baik memperbagus tindakan daripada pusing memikirkan kata demi kata dalam mengisi tiap ucapan. Ya syukur sih keduanya biar seimbang.

Dari kelima hal itulah kamu bisa mendapatkan kredibilitas dengan cepat. Ya, dengan cepat. Sebab tindakan-tindakan itu selalu dilakukan berulang-ulang di keseharian dengan begitu banyak orang. Jadi hasil dari sekian banyak orang itu akan mewujud pada bentuk besar, apakah kamu memang layak mendapatkan kredibilitas yang baik, atau justru jatuh tersungkur dan dunia mengacuhkanmu?

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Motivasi

Leave a Reply

Check Also

Empat Hal Yang Mesti Dipertimbangakan Sebelum Ikut Tes CPNS

Tahun 2017, 61 instansi pemerintahan membuka lowongan pekerjaan. Tentu bukan sembarang low…