Home Hubungan Muzammil Hasballah Sold Out. Yang Sejenisnya Sih Masih Banyak, Tapi Seberapa Pantas Kamu Sama Mereka?

Muzammil Hasballah Sold Out. Yang Sejenisnya Sih Masih Banyak, Tapi Seberapa Pantas Kamu Sama Mereka?

10 min read
0
0
muzammil hasballah

Siapa yang tak kenal dengan Muzammil Hasballah? Sosok yang viral sebagai pelantun Al-Qur’an ini mendulang banyak pujian dari warganet. Bahkan pujian itu pun datang dari mantan Imam Besar Masjidil Haram, Syeikh Adil Al Kalbani yang pernah berkunjung ke Indonesia. Pujian itu datang atas sebab latar belakang Muzammil yang berasal ITB, Jurusan Teknik Arsitektur angkatan tahun 2011. Sebuah perpaduan yang memang langka, pendidikan teknik dan penghafal Al-Qur’an.

Ruang pembicaraan terhadap Muzammil kemudian terus diproduksi. Banyak postingan yang selalu ramai jika membicarakan sosok yang satu ini. Ya, terutama ramai oleh para perempuan yang single and available. Dan wajar-wajar saja jika banyak yang mendamba sosok layaknya Muzammil ini. Sebab secara duniawi Muzammil bisa dianggap baik sebab lulusan ITB, secara agama pun ia pun baik sebab tergolong sebagai penghafal Al-Qur’an. Sebuah perpaduan yang cukup membuat calon mertua manapun meleleh ‘kan?

Sayangnya, lini masa kembali ramai. Beranda Facebook juga kembali riuh. Sebabnya tak lain adalah sosok Sonia Ristanti yang sudah membuyarkan harapan perempuan di manapun untuk bersanding dengan Muzammil. Setelah sholat subuh pada hari Jum’at (7/7), mahasiswi Teknik Geofisika Universitas Syiah Kuala ini, resmi menjadi istri dari Muzammil Hasballah. Kalau menengok film, pernikahan keduanya bolehlah dimiripkan dengan pernikahan Fahri dan Aisha dalam Ayat-Ayat Cinta. Yang pria dikenal religius, sementara perempuannya memakai cadar. Serasi dan tentu saja membuat patah hati.

muzammil hasballah
Sebuah komentar di fanpage Muzammil Hasballah.

Tapi layakkah kamu, para perempuan yang sedang menanti sosok semacam Muzammil, mengalami patah hati? Meski cuma ungkapan spontanitas dan terkesan becanda, seperti “Adek insya Allah siap jadi yang kedua” dan semacamnya, secara naluriah banyak perempuan single berharap paduan sosok semacam Muzammil, yakni mapan secara intelektual dan hatinya terpaut dengan agama.

Sebab ada kabar baik yang menggembirakan. Karena sosok-sosok semacam pasangan Muzammil dan Sonia ini masih banyak diluar sana. Mereka masih berstatus single and available. Bahkan mungkin memiliki kadar religiusitas dan intelektualitas yang melebihi kedua sosok ini. Tapi pertanyaannya, pantaskah kamu bersanding dengan sosok Muzammil? Atau yang laki-laki, pantaskah bersanding dengan sosok semacam Sonia?

Sosok hafidz adalah sosok penjaga. Selain menjaga Qur’an, ia menjaga diri dari hal-hal yang buruk agar hafalannya tidak hilang.

hafidz qur'an

Para hafidz Al-Qur’an adalah mereka yang menjaga hafalannya. Salah satu cara menjaganya adalah dengan tidak melakukan maksiat. Salah satu kisah yang masyhur adalah bagaimana seorang Imam Syafi’i kehilangan ratusan hafalannya karena melihat secara kilat betis seorang wanita. Ya, ‘cuma’ betis. Apalagi jika disandingkan denga kondisi mutakhir, dimana bukan hanya betis yang terlihat ‘kan?

Maksiat adalah hal-hal yang buruk. Tentu sebagai manusia, Muzammil dan Sonia (mungkin) pernah juga melakukan maksiat. Tapi orang-orang baik adalah yang selalu lekat dengan maaf dan taubat. Seketika mereka berbuat maksiat, hati mereka tergetar sebab takut terhadap dosa yang mengikat. Inilah yang membuat sosok semacamnya mampu menjaga diri.

Hafalan adalah buah kedisiplinan. Hanya orang-orang teguh terhadap komitmen saja yang mampu melakukannya.

muzammil hasballah

Kamu pernah menghafal sebait deklamasi untuk dibacakan saat acara Agustusan? Jika pernah, tentu sempat merasakan bagaimana susahnya menghafalkan sesuatu. Saat makan mencoba mengingat-ingat, waktu berjalan ke mana, juga sama, mengingat-ingat. Apapun dan di waktu kapanpun, selalu mengatur waktu untuk mengingat hafalan tersebut.

Nah, silakan bandingkan apabila mengafalkan bait deklamasi saja sebegitu njelimet-nya, apalagi Al-Qur’an yang terdiri dari ratusan lembar tulisan berbahasa Arab. Ya, meski dianggap mudah dihafalkan, pada kenyataannya menghafal Qur’an tetap saja sebuah aktivitas menghafal. Ia membutuhkan kedisiplinan yang tinggi agar setiap hurufnya senantiasa diingat. Dan hafidz Qur’an bukanlah seseorang yang hari ini bersemangat membaca dan menghafal Qur’an, besoknya dia malas-malasan. Nggak. Mereka adalah sosok dengan disiplin, komitmen dan dedikasi yang tinggi untuk menghafal Qur’an.

Kadar intelektualitas para penghafal Al-Qur’an berada diatas rata-rata.

fatih seferagic

Hafidz tentu bukanlah sosok sembarangan. Mereka memiliki daya ingat yang lebih baik diantara manusia yang lain. Itulah sebabnya banyak para penghafal Qur’an yang juga sukses secara akademik.

Ada beberapa perguruan tinggi di negeri ini yang membuka lebar-lebar pintu masuknya untuk para penghafal Al-Qur’an ini. Sudah itu pula, tersedia berbagai beasiswa baginya. Dan salah satu alasan yang masuk akal terhadap kemudahan di dunia akademik adalah karena menyandang predikat sebagai penghafal Al-Qur’an merupakan prestasi sendiri.

Kabar baiknya, masih banyak penghafal Al-Qur’an yang single dan available.

hamas syahid izzuddin

Ya, kabar baiknya orang-orang yang baik semacam Muzammil dan Sonia masih banyak yang masih sendiri dan tersedia untuk dipinang. Meski masih belum berstatus sebagai hafidz, tapi paling tidak ada upaya kesana dan saat ini cara mereka membaca Al-Qur’an pun terbilang cukup bikin meleleh.

Nah, siapa saja? Sebut saja ada Hamas Syahid Izzuddin, Anandito Dwis, Ibrohim Fadlannul Haq, Tqaiyuddin Malik, dan ribuan lainnya yang berada di bilik-bilik kamar pesantren tahfidz. Mereka masih banyak dan hanya jodoh yang bisa mempertemukan kamu, yang saat ini menanti sosok khas Muzammil, dengan salah satu dari mereka.

Pertanyaan yang mau nggak mau mesti diungkapkan: mau nggak mereka-mereka ini sama kamu?

muzammil hasballah

Untuk mengiringi paragraf yang ini, boleh lah kamu setel lagunya Sheila On 7 berjudul ‘Seberapa Pantas’. Sebab pertanyaan seberapa pantas, memang layak diberikan untuk kamu yang mengharapkan sosok semacam itu.

Sebab sebuah fakta yang sederhana tersaji, Muzammil bersanding dengan Sonia, Oki Setiana Dewi dengan Ory Vitrio, dan lainnya. Ini berarti mereka hanya bersanding dengan ‘sejenisnya’. Orang-orang soleh (punya keinginan) bersanding dengan orang solehah. Orang-orang baik akan berpasangan dengan yang baik pula.

Maka seberapa baikkah kamu? Cuma kamu yang bisa menjawabnya. Tapi setidaknya, pelajaran moral yang paling penting dari ini semua adalah kalau kamu baik, Tuhan Yang Maha Adil bakal memberikan kamu pasangan yang baik juga. Sehingga kalau kamu mengharapkan sosok seperti Muzammil, apakah kamu juga merupakan sosok yang sama seperti Sonia?

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Hubungan

Leave a Reply

Check Also

Beras Sehat Asli Indramayu Ini Hilangkan Was-Was Soal Beras Palsu

Sekenyang apapun makanmu, niscaya tak akan lengkap rasanya jika belum memakan nasi. Begitu…