Indramayu dikenal sebagai daerah pesisir yang kuliner lautnya memanjakan lidah. Mulai dari ikan kanang, kakap, kerapu, dan tongkol yang dengan mudah beradaptasi dengan aneka ragam sambal, sampai pada cumi dan udang yang gurihnya terasa menendang. Tapi apakah ada kuliner lain diluar jenis seafood yang tak boleh dilupakan begitu saja dari kota ini?

Ciri khas dari kuliner Indramayu adalah pedas, asin, dan gurih. Dan kunci dari semua masakannya ada pada sambal. Dan ada salah satu jenis sambal yang cukup bisa direkomendasi untuk para penggemar pedas yang kebetulan berkunjung ke kota ini. Ya, sambal mangga. Dua ciri khas kota Indramayu melebur dalam satu cobek.

saung bambu indramayu
Rumah makan Saung Bambu, yang punya sambal mangga pedas bikin rindu. / Image: Dok. Pri.

Setahu saya, ada dua rumah makan yang menyediakan sambal mangga ini. Yang pertama ada di Dejava Koffie di Jalan Veteran, dan yang kedua ada di Saung Bambu di sekitar Pasar Baru Indramayu. Tempo hari, saya menyambangi tempat yang kedua.

Saung Bambu berlokasi di jalan Pasar Baru, yakni sebuah jalan yang menghubungkan antara Pasar Baru dan Mapolres Indramayu. Lokasinya cukup strategis, apalagi dengan bangunannya yang mudah dikenali. Desain bangunannya bergaya sunda, dengan jendela kaca yang besar mirip rumah-rumah di pegunungan. Ditambah pula Saung Bambu ini punya halaman yang luas, yang mungkin didesain agar bus-bus dari jauh bisa membawa penumpangnya makan disini.

Saat masuk ke dalam, kita akan dipertemukan dengan banyak kaca-kaca di dinding. Setelah diperhatikan dengan seksama, ruangan di dekat pintu masuk ini bisa digunakan untuk kegiatan kebugaran. Dengan ruangan yang seluas ini, sepertinya jika sekitar 50-an orang melakukan senam Zumba bersama-sama pun tak masalah.

Antara ruang untuk tempat kebugaran tadi dengan ruang selanjutnya, dipisah oleh sekat yang bisa dibuka-tutup sesuai dengan kebutuhan. Kemudian kita akan dibawa ke ruangan selanjutnya yang selain dipisahkan oleh sekat tadi, juga ada ambalan setinggi sekitar 50 cm. Ruang inilah yang digunakan sebagai rumah makan. Eh, tapi kenapa namanya Saung Bambu?

Tak usah protes dulu sebelum kita tuntas menjelajahi tempat ini. Karena setelah dua tempat yang luas itu, Saung Bambu memang punya saung di belakangnya. Bahkan tak hanya satu-dua, saung disini ada dua belas buah. Jadi tak perlu bingung ketika kehabisan tempat. Satu saung bahkan bisa muat untuk 20 orang. Tak hanya itu, di tengah-tengahnya pun ada fasilitas bermain untuk anak-anak. Komplit.

Baiklah saya kembali ke sambal mangga tadi. Pada mulanya, sambal mangga ini bukan kuliner favorit disini. Karena oleh sang pramusaji, menu yang disodorkan hanya menyinggung makanan khas sunda, yang racikan bumbunya memang sudah disesuaikan dengan Indramayu, yakni agak gurih dan pedas. Nah, akhirnya saya tanya ada menu sambal apa yang bisa dinikmati disini? Sang pramusaji menjawabnya dengan sodoran aneka macam sambal. Dan sebagaimana judul artikel ini, saya pun memilih sambal mangga. Pilihan yang membuat saya kecewa.

Saya kecewa karena baru tahu ada sambal mangga yang pedasnya tak terlupa. Namun semua buatan manusia ada kekurangannya. Nah, kekurangan dari sambal mangga ini adalah irisan mangganya terlalu besar. Mungkin sang juru masak tak punya parutan buah mangga yang secara otomatis bisa memotong buah mangga sukuran mie telor. Tapi bagaimana dengan racikan sambalnya?

Jika kita pernah mencoba sambal dengan cabai mentah, maka kira-kira semacam itulah rasa pedasnya. Namun sambal mangga ini dibumbui oleh cita rasa terasi yang tidak terlalu dominan namun terasa sedap. Paduan rasa pedas, sedikit sekali amis-sedap terasi, asin, dengan asam manis yang berasal dari mangga, membuat sambal ini mantap tak terlupa.

Cuma saya mewanti-wanti buat yang tak suka pedas, ya mending nggak usah pesan sambal mangga ini. Pedasnya sambal ini memang bikin keringat mengucur, yang punya pilek (mohon maaf) keluar cairan yang cukup banyak. Sehingga meski lidah seperti terbakar, kepala serasa plong. Dan yang jelas, kita butuh banyak tisu untuk mengusapnya. Konon, kepedasan makanan, tergantung dari seberapa banyak tisu yang kita butuhkan untuk mengusap bulir-bulir keringat yang menetes.

sambal mangga indramayu
Sambal mangga sebagai pelengkap rasa
Ayam sambal ijo
Cumi asam manis

Ya memang tak ada orang yang ke rumah makan hanya untuk makan sambal. Oleh karenanya pilihan makanan disini pun beraneka ragam. Ada makanan khas sunda dengan sayur asam dan gurami goreng dan bakar. Ada pula aneka olahan ayam yang menggugah selera. Pun tak ketinggalan olahan seafood yang tak boleh dilupakan begitu saja. Harganya? Terjangkau lah. Silakan coba ya kalau ke Indramayu.

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Travel

Leave a Reply

Check Also

Empat Hal Yang Mesti Dipertimbangakan Sebelum Ikut Tes CPNS

Tahun 2017, 61 instansi pemerintahan membuka lowongan pekerjaan. Tentu bukan sembarang low…