Home Hubungan Tips Buat Para ‘Pejuang Jarak’, Lakukan Ini Agar Jauhnya Jarak Tak Lagi Bikin Sesak

Tips Buat Para ‘Pejuang Jarak’, Lakukan Ini Agar Jauhnya Jarak Tak Lagi Bikin Sesak

7 min read
0
0
tips buat para LDR mania

Ada banyak yang bilang kalau long distance relationship (LDR), alias hubungan jarak jauh nggak bakal berhasil. Iya juga sih, sebab banyak yang membuktikan kalau menjalin cinta yang terpisah jarak itu susahnya setengah mati.

Banyak dari para pejuang jarak itu yang pada akhirnya mengalah. Mereka mengalah pada jarak, ketimbang mengorbankan cinta yang susah payah dibangun mati-matian. Mengalah dalam kamus pejuang jarak banyak macamnya. Salah satunya adalah mengorbankan karir salah satunya, atau mungkin dua-duanya. Bisa jadi.

Kalau dijalani dengan baik, menjadi pejuang jarak itu tidak mustahil, loh. Ya meski susah payah mempertahankan cinta di tengah dentuman rasa rindu, berat diongkos juga sebab pulsa dan paket data, serta hidup berpasangan bagai jomblo saja, tapi banyak kog yang berhasil. Ada banyak yang bilang kuncinya satu, yakni setia. Tapi apa iya menjalin hubungan jarak jauh godaannya cuma perselingkuhan saja? Nggak dong. Banyak godaannya.

Keintiman yang hilang merupakan salah satu godaan yang bisa timbul dalam hubungan jarak jauh. Kadang-kadang pula terjadi miskomunikasi antara kalian, sebab berbicara secara langsung tentu berbeda dengan memakai peralatan komunikasi. Meski saat ini sudah ada video call yang cukup canggih, bahkan sudah pada tingkatan augmented reality, komunikasi tatap muka secara langsung tak akan tergantikan.

Posesif adalah overdosis perhatian, namun menjadi eksesif justru membuat jarak jadi tambah renggang.

Meski kamu rindu setengah mati, nggak perlu juga harus tiga kali sehari mengirimnya pesan Whatsapp. Cukup minum obat saja yang terjadwal semacam itu. Dan jangan coba-coba ketika kamu memiliki waktu yang senggang, kamu meneleponnya. Pastikan dulu ia tak sibuk. Sebab banyak pasangan yang berakhir sedih sebab hal-hal sepele semacam ini.

Ya, terpisah jarak memang membuat sesak, sebab ada rindu yang mesti ditumpahkan. Namun kalau memaksa telepon saat ia sedang tak bisa diganggu, entah sedang ada meeting maupun sedang di jalan sehingga tak bisa mengangkat ponselnya, banyak yang berakhir dengan emosi. Tumpukan-tumpukan emosi ini menjadi residu yang pada akhirnya menjadi racun dalam hubungan kalian.

Dengan dibatasi oleh jauhnya jarak, kelak kalian bisa memaknai dan menghargai kedekatan. Anggap saja inilah perjuangan yang manisnya bakal dipanen di masa depan.

Katanya, pelaut yang handal hanya diciptakan oleh laut yang berombak. Begitu juga orang-orang yang menjalin hubungan. Semakin banyak ujian yang ditempuh, maka semakin kuatlah tali yang mengikat kalian. Sebab sisa hidup kalian boleh jadi jauh lebih banyak aral melintang yang akan membuat peluh tercurah lebih banyak. Dan anggap saja saat ini jarak itulah yang menjadi ujiannya.

Sebab rindu mesti ditumpahkan, maka saling mengunjungi menjadi kewajiban.

Interaksi fisik mutlak diperlukan jika mengharapkan hubungan kalian tetap langgeng. Karena secanggih apapun video call yang dihasilkan ponsel flagship dari merek apapun, tetap tak akan menggantikan pandangan mata dan sentuhan kulit ketika kalian bertemu. Nggak akan pernah bisa.

Lalu, bagaimanakah kalau ia sedang berada di luar negeri? Selamat, perjuanganmu semakin berat. Ya, berat di ongkos juga berat ketika menahan rindu.

Jauhnya jarak dengan pasangan, membuat kamu punya waktu untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan keluarga dan teman.

Ada banyak orang yang berubah setelah memiliki pasangan. Banyak pula yang memahami kondisi ini sebab bagi pasangan memang membutuhkan banyak waktu untuk menciptakan keintiman. Tapi ada juga yang mengharapkan kamu tak berubah meski sudah punya pasangan. Dan tipe keluarga maupun teman yang memiliki sikap yang terakhir inilah yang mesti kamu perbaiki hubungannya.

Kamu mesti menjelaskan padanya bahwa kamu dan pasanganmu masih membutuhkan waktu untuk saling mengenal satu sama lain, masih membutuhkan kesempatan yang banyak untuk saling memahami. Sehingga waktu untuk orang lain sering tersita tanpa bisa tergantikan. Kalau ia tak mengerti, setidaknya kamu sudah mencobanya.

Dan hanya pikiran positif lah yang membuat segalanya tampak indah.

Pikiran positif merupakan benih dari apa yang disebut dengan setia, saling memahami, dan pengertian. Kelak, ketika menjadi pejuang jarak, pikiran positif ini akan membuat ikatan posesif jadi mengendur, tapi tetap mampu mengikat ia yang jauh disana tanpa merusak hatimu. Ia merasa dihargai dengan berjuang meniti karirnya, dan kamu pun merasakan ketenangan bahwa ia akan kembali untuk kelak berjuang bersama-sama hingga ujung usia.

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Hubungan

Leave a Reply

Check Also

Beras Sehat Asli Indramayu Ini Hilangkan Was-Was Soal Beras Palsu

Sekenyang apapun makanmu, niscaya tak akan lengkap rasanya jika belum memakan nasi. Begitu…