Home Travel 4 Tips Terhindar Dari ‘Tagihan Maut’ Tempat Makan

4 Tips Terhindar Dari ‘Tagihan Maut’ Tempat Makan

8 min read
0
0

Namanya Lesehan Intan. Sebuah tempat makan lesehan di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Tempat ini tiba-tiba terkenal setelah seorang pengguna media sosial mengunggah tagihan yang memang bikin jantungan. Sebab tagihan sebesar Rp.490 ribu memang terlampau mahal untuk beberapa porsi makanan yang sedianya bisa dibayar sepertiganya saja. Tapi apa lacur, unggahan tersebut sudah viral dan tempat makan itu ditutup oleh paguyuban kaki lima yang merasa tercoreng namanya.

Inilah Lesehan Intan Malioboro yang sempat viral itu. (Gambar: Facebook)

Sebagaimana diketahui, kejadian mahalnya tagihan dari tempat makan, terutama di tempat wisata dan bersamaan momentum liburan, tidak terjadi kali itu saja. Ada banyak cerita yang sempat diunggah di media, dan mungkin saja lebih banyak yang menyembunyikannya.

Salah satu cerita yang sempat viral juga, berhembus dari kawasan Pantai Anyer, Banten. Seseorang mesti membayar Rp.1.000.000,- untuk dua porsi ikan bakar, seporsi cumi saos tiram, dan beberapa makanan pelengkap. Memang tidak masuk akal, namun begitulah yang terjadi. Postingan yang viral dan dibagikan dimana-mana itu pun dikomentari oleh pengguna media sosial. Mereka pun berkomentar, atau tepatnya curhat, soal pengalaman yang sama. Ya, sama-sama terjebak dengan tidak masuk akalnya tagihan dari tempat makan.

Kalau sempat menuding tagihan yang nggak masuk akal itu cuma terjadi di Indonesia, maka pendapat itu salah. Salah satu cerita yang juga pernah viral adalah seorang turis domestik China yang bermarga Zhu. Ia berkunjung ke Qingdao bersama keluarga. Di daerah tersebut, Zhu dan keluarganya singgah ke restoran seafood setempat.

Pada mulanya, Zhu melirik harga yang tertera di menu. Disitu terlihat jelas sebuah tulisan 38 Yuan atau sekitar Rp.90 ribu untuk harga masakan udang yang kelihatannya lezat. Namun setelah sesi makan selesai, betapa kagetnya Zhu saat tagihan diberikan untuknya sebesar 2.700 Yuan atau sekitar Rp.5,8 juta pada saat itu. Dan coba tebak, angka 38 Yuan itu apa? Ya, harga di menu itu untuk seekor udang saja.

Tapi tentu saja, meski menyisakan hati yang tidak ikhlas, perasaan jengkel, dan mungkin saja ada dendam kesumat, tagihan-tagihan itu tetap dibayarkan. Lah iya, ‘kan makanannya sudah dimakan. Makanya buat yang belum mendapatkan pengalaman semacam itu, sebaiknya tips-tips berikut ini bisa dilakukan.

Lihat dulu, tempatnya sepi atau ramai

Tempat makan yang ramai menandakan ada sirkulasi yang bagus dari makanan yang dijual. Sebab ada beberapa oknum tempat makan yang karena tidak laku, mereka menghangatkan kembali makanan kemarin. Atau jika makanan itu berbumbu, maka bumbunya saja yang diganti.

Selain alasan tersebut, tempat makan yang ramai disebabkan karena dua hal, yakni harga yang murah dan masakan yang enak. Namun dalam musim liburan, tempat makan yang ramai memang tidak bisa jadi ukuran soal murah dan enak tadi. Untuk itu bertanyalah.

Malu bertanya, mahal di tagihan

Saat ini memang banyak aplikasi di Play Store maupun App Store yang mengulas tempat-tempat makan. Tapi biasanya tempat makan yang diulas tersebut hanya tempat yang sudah mapan saja. Sementara untuk lesehan kaki lima, yakin deh biasanya jarang yang mengulasnya. Mungkin saja orang-orang yang biasa mengulas makanan agak gengsi kali ya kalau mengulas lesehan kaki lima. Mungkin. Sehingga panduannya sangat minim sekali untuk ‘resto’ semacam ini.

Untuk menghindari tagihan yang membengkak, ya memang sebaiknya bertanya harga secara langsung sebelum memesan. Jadi ketika ada tagihan yang membengkak dan tidak masuk akal, bisa dilakukan komplain. Maka bertanyalah baik-baik, sebelum diberikan tagihan yang menguras dompet.

Hindari memegang apalagi memakan makanan apapun yang tidak dipesan

Ada yang pernah ke restoran Padang? Di restoran ini, semua menu dikeluarkan satu-satu dalam piring-piring kecil. Memang tak semua restoran Padang menerapkan hal ini. Tapi memang banyak juga yang seperti itu. Buat yang belum tahu, menu-menu itu bukanlah menu all-you-can-eat. Sehingga setiap cuilan di menu-menu tersebut akan dihitung dalam tagihan.

Lain lagi kalau di tukang nasi goreng yang menyediakan kerupuk, acar, dan air minum yang terpisah. Setiap penambahan di luar nasi goreng yang dipesan, baik kerupuk maupun air minum, akan dihitung dalam tagihan dan terpisah darii nasi gorengnya. Hal ini memang tidak lumrah, tapi banyak dilakukan.

Pada intinya, ketika di tempat makan, usahakan tidak memegang apapun diluar apa yang dipesan. Memegang saja kog nggak boleh? Sebab ini kaitannya dengan makanan yang mesti terjaga kebersihannya. Dan nggak mau juga ‘kan makan di tempat yang kotor?

Lihat dulu kebersihan tempat makannya

Makan murah tapi di tempat yang kotor? Nah, tentu tempat makan yang murah dan bersih senantiasa dicari ‘kan? Tempat makan yang bersih dan tertata rapi, biasanya manajemennya juga bagus. Hal ini pun akan terkait dengan transparansi harga yang diberikan. Sebab mereka terbiasa teratur, dan tentu jika ada penyesuaian harga, baik ketika musim liburan maupun sedang ramai pengunjung, mereka bakal memberi tahu.

Load More Related Articles
Load More By BesokLusa
Load More In Travel

Leave a Reply

Check Also

Empat Hal Yang Mesti Dipertimbangakan Sebelum Ikut Tes CPNS

Tahun 2017, 61 instansi pemerintahan membuka lowongan pekerjaan. Tentu bukan sembarang low…